Langsung ke konten utama

Warung Desa, Aplikasi Penghubung Warga Kota dengan Desa


indopos.co.id – Berawal dari Program Laku Pandai yang digalakkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Rumah Sahabat Desa ditunjuk oleh salah satu Bank Swasta di Indonesia, secara intensif memberikan penyuluhan pengelolaan dan peluang keagenan.
“Rumah Sahabat Desa terus melibatkan seluruh komponen masyarakat desa dalam literasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi pedesaan. Hingga saat ini (akhir tahun 2019) kami hadir di 12 Kabupaten yang ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Kuningan, Cirebon, Ciamis, Majalengka, Tasikmalaya, Banjar, Demak, Jepara, Kudus, Grobogan, Wonogiri, Gunung Kidul. Perjalanan kami hingga saat ini sudah membantu Bank Swasta tersebut dalam kegiatan literasi keuangan kepada kurang lebih 329.000 peserta, termasuk di dalamnya membantu pengelolaan 144.977 nasabah, dan 2.155 agen,” Danang Herdaru, penggagas Rumah Sahabat Desa, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/2/2020).
Menurutnya, Rumah Sahabat Desa terbuka bagi masyarakat yang ingin mendapat akses pengetahuan atau peluang lainnya di bidang ekonomi, sosial, dan budaya, karena kami percaya pengetahuan dan terapan terbaik untuk dibagikan dan disinergikan. Tahun 2019 kami bersinergi dan berkolaborasi dengan platform jual beli online yang ada di Indonesia yaitu Blibli.com dan Shopee Indonesia untuk mengembangkan kewiarusahaan digital dengan mengadakan literasi digital (Trend Digital, UKM Goes To Online, serta potensi berjualan secara online). Literasi digital ini dalam rangka menaikkelaskan UMKM dan memperluas jaringan pemasaran produk melalui E-Commerce.
“Selain itu Rumah Sahabat Desa, dalam upayanya terus mengembangkan ekosistem perekonomian desa, juga menjalin kerja sama dengan Eidara Matadata Presisi untuk mengembangkan sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi drone untuk produktivitas pertanian di Kuningan, Jawa Barat. Menggunakan keahlian yang dimiliki oleh Tim Eidara dalam mengolah dan menyajikan data serta pemanfaatan teknologi drone untuk mendapatkan data yang lebih akurat,” jelasnya.Dari data yang sudah di ambil Tim Eidara, akan mengolah dan menyajikan data sebagai referensi dan informasi. Dari data tersebut akan muncul gambar/citra lahan yang visualkan menjadi tiga bagian warna, merah, kuning, dan hijau. Dimana masing masing warna memiliki arti tersendiri, hijau berarti tanaman itu sehat atau cukup unsur hara/pupuk, kuning ada indikasi kekurangan unsur hara/pupuk, dan merah indikasi tanaman rusak.
Dengan begitu pada bagian lahan yang memiliki kecenderungan kekurangan pupuk atau potensi serangan hama dan penyakit petani dapat mengantisipasi dan mencegah potensi kerusakan tanaman yang disebabkan oleh hama atau penyakit. Selain itu penggunaan drone dapat mempermudah petani atau penyuluh pertanian dalam melakukan pengamatan pertumbuhan tanaman dengan skala yang lebih luas dan lebih presisi serta akurat, serta memiliki history dan track record dari lahan garapan mereka.
Seiring dengan berjalannya waktu melalui keseharian tim Rumah Sahabat Desa dalam
menjalankan kegiatan operasionalnya, seperti bertemu pejabat desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat desa lainnya. Kami mendapatkan banyak masukan dan menilai bahwa desa harus mulai memanfaatkan teknologi untuk mendukung kemudahan kegiatan keseharian, yang pada akhirnya juga menunjang ekosistem perekonomian.
Maka dari itu Rumah Sahabat Desa pada tahun ini meluncurkan sebuah teknologi berupa aplikasi dengan nama Warung Desa. Dimana saat ini di aplikasi tersebut sudah dapat digunakan untuk bertransaksi PPOB (pulsa, paket data, pln, bpjs, pdam, voucher game), Perbankan (transfer ke bank, asuransi mikro). Beberapa manfaat seperti kemudahan transaksi, memberikan peluang usaha kepada masyarakat desa dalam usaha keagenan Warung Desa, kami percaya akan banyak memberikan nilai tambah.
Sebagai pengembangan ke depannya, aplikasi ini juga juga kami arahkan sebagai market place yang menghubungkan desa dan kota. Masyarakat desa bisa membeli produk dari kota dan menjual hasil produk mereka ke kota, demikian juga sebaliknya, lagi-lagi membuat perekonomian semakin dinamis. Ditambah lagi dengan produk-produk keuangan mikro lainnya, seperti asuransi mikro, reksadana mikro untuk mendukung inklusi layanan keuangan. (yay)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Bantu Mudahkan 'Jalan' UMKM, CEO Toko Online Ini Masuk Forbes 30 Under 30

Liputan6.com, Jakarta  Hidup itu adalah pilihan. Dalam pekerjaan atau menjalankan usaha misalnya. Anda bebas memilih, mau bekerja diposisi apa, berbisnis apa, dan bagimana cara menjalankan usaha tersebut. Hal itulah yang setidaknya dilakukan oleh pengusaha muda asal Jakarta, William Sunito. Dia adalah Founder & Chief Executive Officer (CEO) TokoWahab.com Di usia mudanya, bungsu dari tiga bersaudara ini memimpin sekaligus mengelola perusahaan keluarga yang berdiri pada 1957. "Pada akhir 2015 saya kembali dari Amerika ke Indonesia dan memutuskan untuk terjun langsung mengurus perusahaan keluarga saya. Ini memang kemauan saya (untuk mengelola perusahaan) karena saya melihat ada potensi yang besar," jelas William saat berbincang dengan  Tim Liputan6.com  di kantornya di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (12/2). Ya, berbekal passion dalam dunia bisnis ditambah pengetahuan yang didapat selama kuliah di University of Washington, Amerika Serikat, William mulai men...