
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Indonesia memiliki peluang besar untuk kebangkitan UMKM di Kawasan ASEAN menyusul perjanjian ASEAN E-Commerce. Anggota DPR RI Komisi VI, Elly Rachmat Yasin, mengatakan tren banyaknya UMKM bahkan muncul juga start up menjadi modal utama yang dapat dibanggakan.
“Namun, di sisi lain, prihatin dengan tidak sedikit UMKM yang jalan di tempat bahkan tidak dapat bersaing di era globalisasi,” kata dia dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (31/1).
Dia menjelaskan, perjanjian ASEAN E-Commerce sebagai kesempatan bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspansi bisnis di bidang digital dalam meraih konsumen.
“Sudah saatnya mencari inisiatif, membuka diri, dan go international melalui layanan online” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan ini.
Menurut dia, E-Commerce memiliki keunggulan dengan jangkauan global yang tiada batas, biaya operasional pelaku usaha dapat ditekan sehingga berimbas pada modal yang lebih terjangkau. Pelayanan operasional juga, kata dia, dapat dilakukan dimana saja tanpa terkendala waktu. Sehingga yang harus lebih ditekankan adalah jaminan kualitas produk yang bersaing dan promosi barang yang berkelanjutan.
Walaupun demikian, menurut dia, permasalahan yang dihadapi adalah perlindungan konsumen. Saat ini Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen belum mengatur tentang transaksi elektronik. Sehingga dipandang penting untuk melalukan revisi UU tersebut atau menyusun RUU Transaksi Elektronik. “Supaya Pemerintah dapat lebih memperhatikan bagaimana jaminan perlindungan konsumen dapat terjaga,” tutur dia.
Komentar
Posting Komentar