Langsung ke konten utama

Metrodata Electronics (MTDL) targetkan pertumbuhan pendapatan 13% di tahun ini

Metrodata Electronics (MTDL) targetkan pertumbuhan pendapatan 13% di tahun ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metrodata Electronics Tbk bidik pertumbuhan pendapatan 13% sepanjang tahun ini. Adapun sepanjang 2019, perusahaan memprediksikan penjualan sebelum diaudit mencapai Rp 15 triliun.
Direktur Metrodata Electronics Randy Kartadinata mengatakan, perusahaan juga sudah memiliki rencana jangka panjang. Perusahaan yang memiliki kode saham MTDL ini membidik pendapatan hingga Rp 25 triliun pada 2023, Angka ini tumbuh hampir dua kali lipat dibanding capaian 2018 sebesar Rp 12,71 triliun.
Nah, guna mencapai target jangka panjang itu pihaknya membidik di tahun ini pertumbuhan 12%-13%. "Dengan target laba bersih meningkat 15%," ujarnya kepada  kontan.co.id , Jumat (31/1).
Menilik laporan keuangan MTDL pada kuartal III-2019, tercatat pendapatan sebesar Rp 10,22 triliun, tumbuh 8,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,39 triliun.
Sedangkan dari laba bersih perusahaan tercatat Rp 258,78 miliar tumbuh 35,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 191,03 miliar.
Adapun MTDL memiliki dua lini bisnis yakni distribusi produk IT baik software maupun hardware, serta jasa solusi dan konsultasi. Randy menjelaskan, dari usaha distribusi produk pihaknya juga berencana akan menyasar produk andalan.
Adapun produk andalannya yakni smart lighting appliance. Selain itu, pihaknya juga terus memasarkan produk home appliance lainnya yang telah dimulai sejak tahun lalu meliputi blender, shaver, vacuum cleaner, dan lain-lain.
Selain itu, MTDL melalui anak usahanya, PT Synnex Metrodata Indonesia juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai mitra, salah satunya Intel. Melalui kerjasama itu, pihaknya telah banyak memasarkan produk IoT dari Intel mulai lini produk chip, processors, memory, storage, networks building block, dan sebagainya.
"Tahun ini kami akan terus melakukan strategi menambah kerjasama dengan mitra baru di bidang distribusi untuk produk TIK terutama IoT, gaming, dan IT security," papar dia.
Juga, perusahaan berencana untuk menjalankan program penjualan KIOSK yang mana pada setiap toko, pelanggan akan ditempatkan suatu alat/komputer yang terhubung dengan ordering system kepada perusahaan sehingga proses penjualan lebih efisien.
Kemudian, dari lini usaha solusi dan konsultasi perseroan berencana memperluas pangsa pasar perusahaan-perusahaan skala menengah dan kecil. "Kami melayani berbagai industri terutama banking financial service dengan berkembangnya financial technology saat ini," ujarnya.
Melalui strategi tersebut, pihaknya optimis mampu mencapai target tahun ini. Adapun untuk memperlancar rencananya, perusahaan menganggarkan belanja modal Rp 200 miliar yang mana akan digunakan untuk pembelian produk-produk IT dan komunikasi yang akan disewakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Bantu Mudahkan 'Jalan' UMKM, CEO Toko Online Ini Masuk Forbes 30 Under 30

Liputan6.com, Jakarta  Hidup itu adalah pilihan. Dalam pekerjaan atau menjalankan usaha misalnya. Anda bebas memilih, mau bekerja diposisi apa, berbisnis apa, dan bagimana cara menjalankan usaha tersebut. Hal itulah yang setidaknya dilakukan oleh pengusaha muda asal Jakarta, William Sunito. Dia adalah Founder & Chief Executive Officer (CEO) TokoWahab.com Di usia mudanya, bungsu dari tiga bersaudara ini memimpin sekaligus mengelola perusahaan keluarga yang berdiri pada 1957. "Pada akhir 2015 saya kembali dari Amerika ke Indonesia dan memutuskan untuk terjun langsung mengurus perusahaan keluarga saya. Ini memang kemauan saya (untuk mengelola perusahaan) karena saya melihat ada potensi yang besar," jelas William saat berbincang dengan  Tim Liputan6.com  di kantornya di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (12/2). Ya, berbekal passion dalam dunia bisnis ditambah pengetahuan yang didapat selama kuliah di University of Washington, Amerika Serikat, William mulai men...