Langsung ke konten utama

UMKM Indonesia akan Didorong ke Komoditas Unggul

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki mengatakan beberapa masalah masih menghantui UMKM di Indonesia. Teten menjelaskan, saat ini sebagian besar usaha di Indonesia masih berada pada sektor mikro dan produk-produk seperti kripik, batik, dan akik masih mendominasi.Teten mengatakan, ia ingin mendorong masyarakat tidak hanya berusaha di sektor-sektor mikro, namun lebih ke produk unggulan yang juga dibutuhkan dunia. "Produk UMKM kebanyakan hanya kripik, akik, batik. Kalau di situ terus ya enggak mungkin UMKM bisa naik kelas. Maka kita dorong UMKM ke komoditas unggul, seperti tadi buah segar," kata Teten dalam sebuah diskusi di Museum Bank Indonesia, Jakarta Barat, Sabtu (1/2).
Ia ingin, ke depannya UMKM di Indonesia juga bisa berkompetisi dengan produk impor. Apalagi, saat ini produk impor bisa masuk dengan mudah melalui e-commerce. Salah satu hal yang akan menjadi terobosan pemerintah adalah membangun rumah produksi bersama.
Juga tidak bisa kompetitif dengan produk impor. Apalagi sekarang ini produk impor masuk melalui e-commerce. "Kita mau punya konsep, kita akan dorong UMKM berdasarkan sentra produksi lagi. Kita akan bangunkan rumah produksi bersama. Supaya orang yang tidak memiliki peralatan bisa ke rumah produksi ini. Hanya dengan seperti itu saya pikir kita bisa konsolidasi," kata Teten menjelaskan.
Ia menjelaskan, UMKM merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja paling besar di Indonesia. Namun, di bidang ekspor non migas masih sebesar 14,37 persen. Angka tersebut lebih sedikit dari negara tetangga lain seperti China sebesar 70 persen, Korea sebesar 60 persen, Thailand sebesar 60 persen, dan Malaysia 20 persen.
Salah satu masalahnya adalah masih kurang konsolidasinya tiap UMKM. Ia menyontohkan bagaimana petani yang bekerja di lahan yang sempit. Kegiatannya pun masih bersifat individual sehingga tidak bisa menghasilkan sesuatu yang besar.
"Jadi kami sedang memikirkan bagaimana ini konsolidasi, lahan, konsolidasi pelaku, dan subsidi dari pemerintah. Ini belum terkonsolidasi, jadi kita mau pilot project bagaimana petani ini terkonsolidasi," kata Teten.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...