Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #BRI

Digitalisasi Tak Terelakkan, BRI Semakin Kuatkan Ekosistem UMKM

Arus digitalisasi yang makin tak terelakkan pasca merebaknya pandemi Covid-19 mendorong urgensi pengembangan ekosistem bisnis semakin meningkat. Melalui pembentukan ekosistem, pengembangan bisnis di berbagai sektor usaha dapat dilakukan secara lebih efisien, efektif, dan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pelaku usaha. Menyadari hal tersebut, BRI terus mendorong proses pembentukan ekosistem untuk membantu pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam ekosistem ini, BRI berupaya melayani dan menjembatani kebutuhan layanan keuangan seluruh pelaku usaha UMKM dan ultra mikro. “Dengan era digital ini mau nggak mau kita memang harus fokus di ekosistem. Sekarang ini ada 57 juta UMKM. Dari 57 juta itu, yang sudah terlayani oleh lembaga keuangan secara layak itu 12 juta saja. Sementara ada 15 juta pelaku UMKM sudah terlayani lembaga keuangan formal tapi belum layak,” ujar Direktur Utama BRI Sunarso. Berdasarkan data yang dihimpun BRI, saat ini masih ada 30 juta pe...

Holding Ultra Mikro Hanya Sengsarakan Rakyat Kecil

Pegadaian merupakan harapan dan solusi bagi rakyat kecil dalam mencari sumber pendanaan secara mudah dan cepat. Tiap tahun bisa dilihat, masyarakat kelas bawah menyerbu kantor-kantor Pegadaian, terutama saat musim masuk sekolah dan lebaran. Tidak hanya itu, Pegadaian juga menjadi solusi di saat momen penting dan genting yang membutuhkan pendanaan dalam waktu yang cepat, seperti saat akan menikahkan anak, membawa anak berobat, dan bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pelaku usaha ultra-mikro, seperti pedagang sayuran, pedagang bakso, petani, nelayan, warung kelontong dan lain-lain, sudah terbiasa memanfaatkan layanan Pegadaian untuk memenuhi tambahan modal.Demikian juga ibu rumah tangga pun biasa mengakses Pegadaian untuk membeli beras maupun mencukupi kebutuhan harian. Itulah keunggulan layanan Pegadaian dibanding Perbankan. Ada jalinan keintiman antara Pegadaian dengan nasabahnya. Pegadaian tidak sekedar dianggap sebagai institusi mati, lebih dari itu Pegadaian merupakan ...

Holding BUMN yang Sehat, Langkah Tepat Hadapi Persaingan Global

Upaya pembentukan holding atau kluster pada badan usaha milik negara (BUMN) dinilai sangat relevan dan menjadi langkah tepat, termasuk untuk perusahaan dengan kondisi kinerja sehat guna menghadapi persaingan global. Kementerian BUMN berencana melakukan klusterisasai atau holding-isasi, yang dituangkan melalui Peraturan Menteri BUMN No.8/2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Badan Usaha Milik Negara Tahun 2020-2024. Selama periode 2015-2019, Kementerian BUMN telah melaksanakan beberapa program restrukturisasi. Program restrukturisasi tidak terbatas dilakukan untuk BUMN yang tidak sehat, tetapi juga untuk BUMN yang sehat guna meningkatkan skala ekonomi dan daya saing. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin menilai bahwa rencana kerja yang dilakukan Kementerian BUMN sudah tepat. "Saat ini sudah terlalu banyak perusahaan pelat merah yang model bisnisnya sangat mirip. Dan penggabungan pada perusahaan sehat justru sangat baik, karena tantang...

Survei: 74 Persen Bantuan Tunai UMKM Digunakan Modal Kerja

UMKM agrikultur disebut mengalami penurunan volume produksi dan omzet selama masa pandemi. Berdasarkan survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC), 54 persen UMKM agrikultur yang menjadi responden mengungkapkan volume produksi turun di atas 30 persen. Bahkan, 42 persen UMKM agrikultur terpaksa harus mengurangi karyawan. Pemerintah mengucurkan bantuan tunai kepada UMKM di masa pandemi. Bantuan pandemi Covid-19 terbanyak yang diterima UMKM Agrikultur adalah Banpres BPUM/BLT UMKM. Manajer riset Katadata Insight Center Vivi Zabkie mengatakan, 18% responden pelaku usaha UMKM mengaku menerima bantuan ini. “Banpres UMKM (BPUM) umumnya diterima utuh (2,4 juta rupiah per UMKM).  Sejumlah responden (3%) mengaku jumlah bantuan dipotong untuk sumbangan, administrasi dll. Selama pandemi Covid-19, UMKM masih dapat mengakses bantuan reguler. Terbanyak dalam bentuk pelatihan,” kata Vivi dalam Katadata Forum Virtual Series dengan tema “Mengukur Efektivitas Bantuan Presiden bagi UMKM Agrikul...

Transaksi digitalisasi UKM ala Kementerian BUMN tembus Rp11,4 triliun

Nilai transaksi Program Pasar Digital (PaDi) atau digitalisasi usaha kecil dan menengah (UKM) yang diinisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah menembus Rp 11,4 triliun. Progam kolaborasi berbentuk marketplace yang turut melibatkan Kementerian Koperasi dan UKM dan Lembaga Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah sejak 17 Agustus 2020 lalu.Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury menutirkan capaian tersebut dihasilkan lewat kolaborasi dari skema pengadaan yang dilakukan oleh sembilan BUMN. "Ini merupakan awalan yang baik. Meski masih tergolong kecil diharapkan melalui inisiatif PaDi pengadaan barang oleh UMKM ke BUMN bisa difasilitasi dengan baik," ujar Pahala dalam pembukaan PaDi UMKM Virtual Expo, Senin (15/2/2021). Kolaborasi yang saat ini dilakukan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kemitraan antara BUMN dan UMKM. "Kemitraan BUMN dan UMKM menjadi peran yang strategis untuk bisa kita tingkatkan dalam satu ekosistem ekonomi yang sangat...

BRI Cari Sumber Pertumbuhan Baru di Segmen Ultramikro

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso menegaskan, BRI berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). BRI akan terus mencari sumber pertumbuhan baru di segmen UMKM, terutama segmen mikro yang menjadi fokus bisnis perseroan. Ke depan, BRI bahkan menyentuh segmen yang lebih kecil lagi yakni ultramikro. Berdasarkan data riset Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, pada tahun 2018, terdapat 57 juta usaha UMKM di Indonesia, di mana 30 juta d iantaranya belum mendapat akses pendanaan formal. Dari 30 juta yang belum mendapatkan akses pendanaan formal tersebut, 5 juta di antaranya masih mendapatkan sumber pendanaan dari rentenir. Menurut Sunarso, di BRI saat ini terdapat 10,2 juta nasabah mikro, di mana 93% di antaranya masih merupakan kategori ultra mikro. Jumlahnya mencapai 9,5 juta dan outstanding kredit sebesar Rp 205 triliun. “BRI menyadari untuk memberdayakan dan mengembangkan segmen ultra mikro tersebut, dibut...

Saatnya Desa Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Gagasan baru inovasi program dan gerakan ekonomi berbasis mikro, kecil dan menengah terus dilakukan, salah satunya melalui Program Desa BRILian. Program yang digagas BRI ini bertujuan untuk memberikan wawasan literasi dan inklusi keuangan bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di pedesaan agar mereka lebih memahami produk dan layanan keuangan digital terkini. Bersama sejumlah stakeholder, BRI menginisiasi diskusi daring (webinar) bertema "Arah dan Peluang Pemulihan Ekonomi Indonesia dari Desa" pada Selasa, 9 Februari 2021. Dalam acara tersebut, Wakil Menteri Desa & PDTT RI, Budi Arie Setiadi memberikan pandangannya bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa agar berjaya di masa depan. Desa dapat menjadi titik awal pembangunan berbasis budaya lokal, sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Senada dengan hal tersebut, Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa perseroan terus berupaya melakukan pembangunan dan pengembang...

Terus Tumbuh, DANA Kantongi 50 Juta Pengguna di 2020

CEO dan Co-Founder DANA, Vincent Iswara, mengatakan bisnis perusahan terus tumbuh di tengah pandemi Covid-19 pada 20a20. DANA per awal Desember 2020 telah mengantongi 50 juta, dengan pertumbuhan transaksi 100 persen sepanjang tahun lalu. Kendati transaksi tumbuh 100 persen, Vincent enggan merinci jumlahnya. Secara keseluruhan, bisnis DANA terus mengalami pertumbuhan dengan stabil. "Sampai awal Desember 2020 kita punya 50 juta pengguna, kita apresiasi ini karena pengguna tetap setia dan bertambah. Transaksi juga naik 100 persen pada 2020," ungkap Vincent dalam konferensi pers daring pada Selasa (9/2/2021). Pertumbuhan pada tahun lalu, menurutnya, sebagian besar berkat peningkatan kualitas layanan dan berbagai inovasi produk. Selain itu, DANA pun aktif mengajak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk menggunakan layanan digital. DANA pada tahun lalu berhasil menambah 150 ribu UMKM baru. "Semakin banyak UMKM yang kami ajak untuk digitalisasi. Hal ini sesuai dengan gerakan n...

Begini Upaya BRI Mencari Sumber Pertumbuhan Baru di Segmen UMKM

 Radar Bromo-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Komitmen BRI dalam pengembangan UMKM terlihat dari besarnya rasio pembiayaan yang disalurkan perusahaan untuk sektor ini, dan rasionya ditargetkan akan terus bertambah ke depannya. Hingga kuartal III tahun lalu, tercatat 80,65 persen alokasi kredit BRI disalurkan kepada debitur UMKM. Capaian ini lebih cepat terwujud dibanding target awal perusahaan yang memproyeksikan penyaluran pembiayaan hingga 80 persen pada 2022. Setelah target tersebut tercapai, BRI berkomitmen tetap meneruskan penyaluran kredit dan pemberdayaan UMKM hingga mencapai 85 persen ke depannya. “Tantangannya adalah mencari sumber pertumbuhan baru. Strateginya kami akan mencari di dua area. Pertama, (nasabah) yang eksisting kami naik kelas-kan. Kedua, kami cari sumber baru yaitu mencari (kelom...

Angkat 2 Direksi Milenial, BRI Dinilai Bersiap Hadapi Neo Bank dan Digitalisasi

  Bank BRI. ©2019 Merdeka.com Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada 21 Januari 2021, mengangkat 2 direktur yang usianya belum 45 tahun. Dua direktur milenial tersebut yakni Direktur Keuangan, Viviana Dyah Ayu Retno 43 tahun dan Direktur Jaringan dan Layanan, Arga Mahanana Nugraha yang baru berusia 40 tahun. Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira mengatakan penunjukkan sejumlah direksi baru BRI dari kalangan milenial cukup menarik. Menurutnya, keberadaan milenial di jajaran pengurus BRI membuka harapan adanya ekspansi digital yang lebih masif dari bank milik negara itu. "Dengan usia yang masih muda ada harapan BRI makin ekspansi di digital bank khususnya dalam pelayanan ke UMKM," kata Bhima di Jakarta, Jumat, (22/1). Pemilihan direksi bank yang berusia muda juga berkaitan dengan tantangan dari munculnya neo bank. Yakni jenis bank melakukan pelayanan full berbasis digital. Untuk membuktikannya, Bhima akan memantau kinerja direksi milenial ...

BRI tak berencana gelar rights issue khusus untuk dukung ekspansi kredit

  ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor cabang Bank BRI, BSD, Tangerang Selatan, ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo. Rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk holding pembiayaan dan pemberdayaan Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Perseron) Tbk (BBRI), PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM masih terus bergulir.  Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya mengatakan, pembentukan holding itu bertujuan menciptakan efisiensi biaya dana dari ketiga lembaga tersebut, melakukan sinergi jaringan biaya ekspansi usaha jadi lebih murah, serta menghasilkan sinergi digitalisasi dan platform pemberdayaan pelaku usaha kecil di Indonesia.  Jika pembentukan holding tersebut terwujud maka porsi pemerintah di Bank BRI bakal meningkat, mengingat Pegadaian dan PMN seutuhnya dimiliki oleh negara. Sementara saat ini kepemilikan pada BRI saat ini mencapai 56,75%. Peningkatan itu akan berdampak pasar porsi sa...

BRI Cari Pertumbuhan Baru Segmen UMKM

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari besarnya rasio pembiayaan yang disalurkan perusahaan terhadap sektor ini dan rasionya ditargetkan akan terus bertambah ke depannya. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pada kuartal tiga 2020, penyaluran kredit BRI ke segmen UMKM sebesar 80,65 persen dari total kredit perseroan. Adapun capaian ini lebih cepat terwujud dibanding target awal perseroan yang memproyeksikan penyaluran pembiayaan sebesar 80 persen pada 2022. “Setelah target tersebut tercapai, BRI berkomitmen tetap meneruskan penyaluran kredit dan pemberdayaan UMKM hingga mencapai 85 persen ke depannya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/1). Untuk memperbesar dukungan dan pemberdayaan bagi UMKM dan pelaku usaha ultra mikro, BRI semakin mendorong digitalisasi proses penyaluran pembiayaan. Melalui digitalisasi, pelayanan keuangan secara cepat dan ...

BUMN akan Bentuk Holding Pembiayaan dan Pemberdayaan Ultra Mikro

  Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pemerintah berencana membentuk holding BUMN untuk pembiayaan dan pemberdayaan Ultra Mikro (UMi). Pembentukan holding BUMN untuk pemberdayaan UMi bertujuan menciptakan ekosistem agar semakin banyak lagi pelaku usaha ultra mikro yang terjangkau layanan keuangan formal. Integrasi BUMN pada holding ini diharap menciptakan efisiensi biaya dana (cost of fund) dari BUMN terlibat, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). "Tentunya dengan ekosistem sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM cost of fund dari ekosistem ini bisa kami buat lebih rendah," kata Kartika dalam diskusi Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional, Senin, 18 Januari 2021. Kartika juga menuturkan, holding ini juga merupakan bentuk sinergi jaringan sehingga ekspansi usaha bisa dil...

Terungkap! Ini Tujuan Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro

  Foto: Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (CNBC Indonesia/Lidya Kembaren)   Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal membentuk holding BUMN untuk pembiayaan dan pemberdayaan Ultra Mikro (UMi). Nantinya dalam holding ini akan terdapat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero)/PNM. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pembentukan holding BUMN untuk pemberdayaan UMi bertujuan menciptakan ekosistem agar semakin banyak lagi pelaku usaha ultra mikro yang terjangkau layanan keuangan formal. Dia mengungkapkan, ada tiga hal utama yang akan muncul dari kehadiran holding BUMN untuk UMi. Antara lain integrasi BUMN pada holding ini diharap menciptakan efisiensi biaya dana (cost of fund) dari BUMN terlibat. "Tentunya dengan ekosistem sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM cost of fund dari ekosistem ini bisa kami buat lebih rendah. Kemudian kedua, sinergi jaringan sehingga ekspansi usaha bisa kita lakukan de...

Ikhtiar BRI Mencari Sumber Pertumbuhan Baru di Segmen UMKM

  Foto: Direktur Utama BRI Sunarso sedang mengamati petani panen. (Dok: BRI) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Komitmen BRI dalam pengembangan UMKM terlihat dari besarnya rasio pembiayaan yang disalurkan perusahaan untuk sektor ini, dan rasionya ditargetkan akan terus bertambah ke depannya. Hingga kuartal III tahun lalu, tercatat 80,65 persen alokasi kredit BRI disalurkan kepada debitur UMKM. Capaian ini lebih cepat terwujud dibanding target awal perusahaan yang memproyeksikan penyaluran pembiayaan hingga 80 persen pada 2022. Setelah target tersebut tercapai, BRI berkomitmen tetap meneruskan penyaluran kredit dan pemberdayaan UMKM hingga mencapai 85% ke depannya. "Tantangannya adalah mencari sumber pertumbuhan baru. Strateginya kami akan mencari di dua area. Pertama, (nasabah) yang eksisting kami naik ke...