Langsung ke konten utama

Angkat 2 Direksi Milenial, BRI Dinilai Bersiap Hadapi Neo Bank dan Digitalisasi

 

Bank BRI. ©2019 Merdeka.com

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada 21 Januari 2021, mengangkat 2 direktur yang usianya belum 45 tahun. Dua direktur milenial tersebut yakni Direktur Keuangan, Viviana Dyah Ayu Retno 43 tahun dan Direktur Jaringan dan Layanan, Arga Mahanana Nugraha yang baru berusia 40 tahun.

Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira mengatakan penunjukkan sejumlah direksi baru BRI dari kalangan milenial cukup menarik. Menurutnya, keberadaan milenial di jajaran pengurus BRI membuka harapan adanya ekspansi digital yang lebih masif dari bank milik negara itu.

"Dengan usia yang masih muda ada harapan BRI makin ekspansi di digital bank khususnya dalam pelayanan ke UMKM," kata Bhima di Jakarta, Jumat, (22/1).

Pemilihan direksi bank yang berusia muda juga berkaitan dengan tantangan dari munculnya neo bank. Yakni jenis bank melakukan pelayanan full berbasis digital.

Untuk membuktikannya, Bhima akan memantau kinerja direksi milenial dalam mendukung proses pemulihan ekonomi. Khususnya di sektor UMKM. "Jadi kita tunggu saja apa kinerja BRI bisa lebih baik dalam pemulihan sektor UMKM ke depannya," kata Bhima.



Sumber: https://www.merdeka.co
m/uang/angkat-2-direksi-milenial-bri-dinilai-bersiap-hadapi-neo-bank-dan-digitalisasi.html?page=2


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...