Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #Tokopedia

Atsindo: Startup Unikorn Hanya Bisa Tercipta, Bukan Diciptakan

Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) menilai startup unikorn hanya bisa tercipta dari suatu proses, bukan berdasarkan keinginan pemerintah untuk menciptakan. Pendapat dari Ketua Umum Atsindo Handito Joewono tersebut guna merespons target pemerintah untuk menghadirkan tiga unikorn pada 2024. Untuk diketahui, isilah unikorn mengacu pada perusahaan rintisan (startup) yang memiliki nilai valuasi di atas US$1 miliar atau sekitar Rp14,4 triliun. “Pemerintah tidak perlu menargetkan unikorn harus hadir berapa buah, karena unikorn itu tidak bisa diciptakan, melainkan tercipta. Beda dengan startup yang tentunya bisa diakselerasi untuk dihadirkan,” ujar Handito saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (1/4/2021). Dia melanjutkan unikorn merupakan hasil dari sebuah proses investasi sehingga fokus pemerintah diharapkan lebih bergerak kepada kesiapan infrastruktur dan ekosistem pendukung yang dibutuhkan, mulai dari talenta digital, regulasi yang mendukung, hingga koneksi jaringan internet. “Saya r...

Digitalisasi Tak Terelakkan, BRI Semakin Kuatkan Ekosistem UMKM

Arus digitalisasi yang makin tak terelakkan pasca merebaknya pandemi Covid-19 mendorong urgensi pengembangan ekosistem bisnis semakin meningkat. Melalui pembentukan ekosistem, pengembangan bisnis di berbagai sektor usaha dapat dilakukan secara lebih efisien, efektif, dan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pelaku usaha. Menyadari hal tersebut, BRI terus mendorong proses pembentukan ekosistem untuk membantu pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam ekosistem ini, BRI berupaya melayani dan menjembatani kebutuhan layanan keuangan seluruh pelaku usaha UMKM dan ultra mikro. “Dengan era digital ini mau nggak mau kita memang harus fokus di ekosistem. Sekarang ini ada 57 juta UMKM. Dari 57 juta itu, yang sudah terlayani oleh lembaga keuangan secara layak itu 12 juta saja. Sementara ada 15 juta pelaku UMKM sudah terlayani lembaga keuangan formal tapi belum layak,” ujar Direktur Utama BRI Sunarso. Berdasarkan data yang dihimpun BRI, saat ini masih ada 30 juta pe...

Pemkot Gorontalo Akan Membuat Pasar Digital Bersama untuk UMKM

Pemkot Gorontalo akan melakukan pasar digital bersama untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kota Gorontalo dalam rangka penguatan dan pengembangan kapasitas UMKM. Hal tersebut merupakan bentuk pemulihan perekonomian di tengah pandemi untuk masyarakat kota Gorontalo yang memiliki UMKM. Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono mengatakan pasar digital untuk UMKM itu merupakan misi ketiga Pemerintah Kota Gorontalo dalam memberikan akses pasar secara digital. "Sebenarnya, akhir tahun kita sudah melakukan digitalisasi UMKM kepada 700 orang calon yang berusaha di UMKM, dan ada juga yang sudah ada UMKM," kata Ryan Kono setelah mengaku rapat koordinasi dengan Tokopedia, Senin (8/2/2021). Ryan juga menjelaskan dengan adanya digitalisasi UMKM akan ada akses finansial yang perlu dijejaki. Ia akan melihat ekspansi kedepan setelah pihaknya memberikan program pelantikan saat akhir tahun 2020 lalu. "Saat saya mengikuti rapat kalau dengan OPD terkait beserta dengan Tokopedia, ...

Kata ekonom terkait rencana merger Gojek-Tokopedia bagi ekonomi digital dan UMKM

  ILUSTRASI. Layanan PayLater Gojek. Kata ekonom terkait rencana merger Gojek-Tokopedia bagi ekonomi digital dan UMKM. Rencana merger Gojek dengan Tokopedia diyakini akan memperluas ekosistem ekonomi digital. Diharapkan menjadi bagian penting dalam pemulihan perekonomian Indonesia karena bisa menciptakan efisiensi sekaligus peluang baru bagi jutaan UMKM. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan mergernya perusahaan digital karya anak bangsa itu akan membantu dalam mendorong UMKM tetap berkembang di tengah situasi terdampak pandemi seperti saat ini. ”Sebab akan ada di bawah satu platform yang besar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/1). UMKM dengan lini bisnis makanan, menurut Josua, yang selama ini ditengahi oleh Gojek akan mampu memasarkan produknya ke pelanggan Tokopedia. Sementara UMKM yang berdagang di Tokopedia akan mampu memasarkan produknya melalui Gojek. Sehingga diyakini merger keduanya akan memperluas pasar dari UMKM yang sudah bernaung, selai...