Langsung ke konten utama

Zoom Work Transformation Summit APAC 2023 Bahas Fleksibilitas dan Produktivitas Hybrid



 Melejit di era pandemi sebagai aplikasi video conference paling populer, beberapa hari lalu Zoom menggelar Work Transformation Summit APAC 2023 membahas solusi mereka untuk bisnis dan perusahaan beradaptasi di era digital terutama post-pandemi COVID-19. 

Work Transformation Summit APAC 2023 mengundah sejumlah pimpinan industri untuk berdiskusi dna berbagai informasi seputar pelanggan mereka dan data. Di sini hadir Chief Financial Officer Zoom, Kelly Steckelberg dan Ricky Kapur selaku Head of Asia Pacific Zoom.
 
Ricky mengingatkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi saat teknologi menawarkan berbagai solusi dan pendekatan baru untuk ragam kebutuhan yang ternyata bisa mendorong inovasi dari karyawan.

“Kami percaya bahwa kreativitas merupakan perangkat penting yang dapat membantu perusahaan mengubah ketidakpastian menjadi peluang,” kata Ricky. Kelly menambahkan dengan saran bagi perusahaan yang memiliki cadangan dana untuk berinvestasi ke infrastruktur IT.
 
“Komunikasi dan kolaborasi telah menjadi bagian penting dalam strategi IT sebuah organisasi, terutama saat organisasi tersebut tengah beralih ke norma baru cara bekerja, yakni jarak jauh dan hybrid,” kata Kelly.
 
Panelis di acara Zoom Work Transformation APAC 2023 juga berbagai cerita mengenai cara mereka memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan dan karyawan, termasuk membuat alur kerja lebih efisien.
 
Ian Treweek, Head of Information Communications & Technology untuk The Disability Trust, melihat bahwa meningkatnya fleksibilitas, sebagai hasil dari peralihan ke gaya kerja hybrid, telah memunculkan kondisi yang menguntungkan bagi karyawan dan perusahaannya.
 
Menurutnya karyawan dapat menikmati keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi yang lebih baik, di mana hal ini turut menjamin dinamisme tim, sebab mereka dapat bekerja dengan jam kerja yang berbeda sepanjang hari.
 
“Kami paham bahwa gaya kerja dan kolaborasi hybrid memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menyediakan sarana untuk rapat,” kata Ricky.
 
“Ini juga berarti menjaga hubungan antar karyawan tetap hidup, senantiasa mempermudah mereka untuk membangun hubungan di lingkungan yang hybrid, serta mampu memberikan perpaduan yang baik antara kolaborasi di dalam kantor dengan fleksibilitas dan produktivitas,” ungkapnya.
 
Solusi yang ditawarkan oleh Zoom salah satunya yaitu Conversation Intelligence alias percakapan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Solusi tersebut diklaim sudah membantu sejumlah klien Zoom untuk tim sales mengatasi berbagai rintangan saat penjualan jasa dan produk.
 
Conversation Intelligence mampu memberikan masukan kepada pimpinan tim sales dan lainnya terkait cara mereka dapat meningkatkan kualitas percakapan dengan para pelanggan. Jadi membantu tim sales membentuk cara komunikasi dan kinerja yang lebih efektif dalam menjangkau pelanggan.
 
Kelly Steckelberg dan Ricky Kapur memprediksi bahwa gaya kerja hybrid, otomasi dan Ai akan menjadi tren penting di tahun 2023. Riset IDC dan Metrigy Research menunjukkan bahwa perusahaan harus bisa memecahkan kebingungan terkait gaya kerja hybrid dan jarak jauh.
 
Solusi digital dari platform seperti Zoom dinilai mampu menjawab tantangan tersebut dalam membantu tetap menciptakan model kerja yang efektif. Keputusan mewajibkan karyawan untuk kembali ke kantor sepenuhnya dinilai kurang tepat di tahun 2023, namun harus disesuaikan dengan teknologi yang bisa menunjangnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...