Langsung ke konten utama

Tingkatkan Produktivitas Karyawan, BAF Terapkan Akselerasi Digitalisasi



  Sebagai salah satu perusahaan yang menawarkan jasa keuangan selama hampir 26 tahun di Indonesia, PT Bussan Auto Finance (BAF) berupaya fokus pada proses digitalisasi yang dilakukan secara menyeluruh baik di lini eksternal maupun internal. Konsistensi BAF dalam mengedepankan kualitas layanan kepada konsumen setianya, diimplementasikan pada penerapan digitalisasi eksternal. Di sisi lain, digitalisasi internal juga diperlukan guna mengoptimalkan proses bisnis perusahaan. 

Lynn Ramli, Presiden Direktur BAF, mengungkapkan bahwa akselerasi digital internal BAF menjadi salah satu inisiasi yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas BAFers (kata sapa untuk karyawan BAF) agar dapat bekerja secara optimal.

“Dengan akselerasi digitalisasi, BAF menggunakan pemanfaatan teknologi yang sesuai dan tepat sehingga karyawan dapat bekerja lebih efektif, efisien, dan tentunya mampu meningkatkan kolaborasi dan engagement antarkaryawan,” ungkap Lynn.

Akses informasi yang diperlukan karyawan dapat dengan mudah dan cepat diperoleh dengan adanya digitalisasi. Sebagai contoh, untuk memfasilitasi karyawannya yang ingin mengakses informasi terkait HR di Kantor Pusat, BAF menyediakan layanan HRM Contact Center 24 Jam melalui HR Chatbot Digital Employee Assistant (DEA). Selain itu, ada pula kemudahan untuk menghubungi HRM Teams Contact Center yang beroperasi pada hari kerja (Senin – Jumat) di mana karyawan juga dapat terhubung melalui Voice Over Internet Protocol (VOIP) Contact Center atau melalui sambungan telepon pribadi.  

Digitalisasi juga memungkinkan fleksibilitas karyawan untuk bekerja dari mana saja. Dengan fleksibilitas ini, diharapkan karyawan bisa lebih produktif karena dapat bekerja sesuai dengan ritme yang paling efektif bagi mereka. Dalam hal pengembangan skill karyawan, BAF juga telah meluncurkan BAF Learning Center (Learning Management System) Mobile Application yakni sebuah aplikasi pembelajaran berbasis mobile yang tersedia di platform Android dan iOS. Aplikasi ini berisi materi e-learning serta micro learning yang mencakup materi-materi soft skill dan technical skill yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun. 

BAF Learning Center merupakan terobosan baru dari BAF yang disajikan dalam bentuk yang lebih atraktif, interaktif, dan dinamis, seperti video animasi, maupun podcast dalam BAF Podcast Series. BAF juga menerapkan blended learning yang memadukan antara pembelajaran online dan offline (pembelajaran di dalam kelas). Hal ini melingkupi webinar, e-learning, serta virtual class guna meningkatkan kultur pembelajaran untuk karyawan BAF dan mendukung kebijakan sistem hybrid working (WFO dan WFH) yang saat ini tengah diterapkan oleh BAF.  

Untuk meningkatkan efisiensi dan kolaborasi antartim. BAF terus menggenjot penggunaan software maupun aplikasi yang memudahkan komunikasi antarkaryawan. Misalnya penggunaan Microsoft Teams yang memungkinkan karyawan untuk menelepon, chatting, maupun meeting secara daring yang dapat dilakukan tanpa bertatap muka. BAF juga telah melakukan sistematisasi di segala fungsi dan lini bisnis seperti penggunaan aplikasi MyHRIS, STARS, Talenta, CONFINS, dan BAF Pro.

Dalam mendukung akselerasi digital yang dilakukan di internal, BAF juga memperkuat human capital melalui penyelenggaraan Graduate Program dengan spesialisasi teknologi untuk membangun digital talents. Selain itu, BAF juga berupaya meningkatkan employee engagement-nya dengan menggunakan platform digital berkonsep gamifikasi. Konsep ini sukses diterapkan dalam serangkaian program BAF Fit for Growth yang telah dijalankan selama 8 bulan dari Februari hingga September 2022 dalam rangka HUT BAF ke-25 tahun. Program Fit for Growth yang mengusung tagline “Tumbuh dan Sehat Bersama untuk Kehidupan yang Lebih Baik” sukses dijalankan BAF dengan menjangkau karyawan BAF di seluruh Indonesia dan berhasil menorehkan partisipasi aktif dan masif dari karyawan di Kantor Pusat maupun Kantor Jaringan BAF mencapai rata-rata lebih dari 6.000 interaksi karyawan per bulannya. 

“Ke depannya, kami akan terus berinovasi dalam melakukan terobosan digitalisasi yang tepat, guna mendukung kolaborasi dan sinergi antar BAFers dalam meningkatkan performa dan kualitas pengembangan diri.” tutup Lynn.

Dalam mendukung akselerasi digital yang dilakukan di internal, BAF juga memperkuat human capital melalui penyelenggaraan Graduate Program dengan spesialisasi teknologi untuk membangun digital talents. Selain itu, BAF juga berupaya meningkatkan employee engagement-nya dengan menggunakan platform digital berkonsep gamifikasi. Konsep ini sukses diterapkan dalam serangkaian program BAF Fit for Growth yang telah dijalankan selama 8 bulan dari Februari hingga September 2022 dalam rangka HUT BAF ke-25 tahun. Program Fit for Growth yang mengusung tagline “Tumbuh dan Sehat Bersama untuk Kehidupan yang Lebih Baik” sukses dijalankan BAF dengan menjangkau karyawan BAF di seluruh Indonesia dan berhasil menorehkan partisipasi aktif dan masif dari karyawan di Kantor Pusat maupun Kantor Jaringan BAF mencapai rata-rata lebih dari 6.000 interaksi karyawan per bulannya. “Ke depannya, kami akan terus berinovasi dalam melakukan terobosan digitalisasi yang tepat, guna mendukung kolaborasi dan sinergi antar BAFers dalam meningkatkan performa dan kualitas pengembangan diri.” tutup Lynn.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...