Langsung ke konten utama

Begini Jurus Trisula Textile (BELL) Dorong Omzet Bisnis



 PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) akan memperkuat penjualan multichannel dan platform digital untuk mendongkrak penjualan tahun 2023.

Dengan penguatan penjualan melalui platform digital tersebut, Perseroan membidik peningkatan omset penjualan sekaligus perluasan jaringan. Di samping itu, Perseroan juga tetap terus aktif menambah toko ritel offline.

“BELL perlu secepatnya beradaptasi dengan tren peningkatan pesat kegiatan ekonomi digital, sehingga bisa turut meraih pasar ekonomi digital yang terus meningkat pesat. Untuk itu, BELL sedang gencar memperkuat penjualan secara online, tanpa meninggalkan pengembangan penjualan secara offline,” kata Sekretaris Perusahaan BELL, Terry Aditya Zulfianda dalam keterangan resminya,

Untuk itu, BELL telah memperkuat kanal digital perseroan dengan penjualan di platform e-commerce Yukshopping.com bersama Trisula Group yang telah dimulai sejak tahun 2021. Di samping itu, BELL juga memasarkan produk-produknya di berbagai marketplace.

Pertumbuhan pesat penjualan secara online telah menumbuhkan harapan perseroan untuk dapat mendongkrak total pertumbuhan penjualannya lebih tinggi lagi di tahun 2023.  Tercatat, pada Januari-September 2022, BELL mencatatkan penjualan sebesar Rp312,66 miliar, meningkat 6% dari Rp 293,66 miliar pada periode yang sama tahun 2021.

Pada periode tersebut, penjualan domestik perseroan tercatat sebesar Rp302,50 miliar atau mencapai 96,75% dari total penjualan BELL, sementara penjualan ekspor sebesar Rp10,17 miliar atau 3,25% dari total penjualan. 

Kontribusi penjualan domestik tahun 2022 tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dimana porsi penjualan domestik BELL sebesar 94,76% dibandingkan penjualan ekspor sebesar 5,24%.  

Mengingat resesi dunia yang tengah berlangsung,  diperkirakan tahun ini pasar domestik akan semakin menjadi andalan penjualan perseroan.


Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/begini-jurus-trisula-textile-bell-dorong-omzet-bisnis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...