Langsung ke konten utama

Ini Konstribusi Pendapatan Metrodata Electronics (MTDL) pada Tahun 2023



 PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mengincar kenaikan pendapatan dan laba bersih sebesar 10% di sepanjang 2023.

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja mengungkapkan perseroan optimis di tahun 2023 akan dapat meraih pertumbuhan pendapatan dan pertumbuhan laba bersih 10%. 

“Target tersebut dicanangkan dengan mempertimbangkan dampak dari situasi ekonomi makro yang diperkirakan akan bergejolak tahun ini,” ungkap dia 

Perseroan melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka sehingga ekspansi bisnis tetap dilakukan. Ia pun memproyeksikan pendapatan tahun ini akan didorong dari kontribusi penjualan oleh unit bisnis Perseroan, yaitu Distribusi Digital, Solusi dan Konsultasi Digital.

MTDL juga melihat peluang bisnis penjualan perangkat dan Cloud tahun ini akan tetap prospektif. Hal itu melihat tren transformasi digital saat ini yang berlanjut agar para pelaku bisnis bisa tetap relevan di industri masing-masing.  

Dari bisnis cloud, Metrodata menggandeng kerja sama dengan para world-class cloud provider seperti AWS, Microsoft Azure, hingga Google untuk memberikan kebebasan pilihan yang dapat disesuaikan oleh para customer.

Selain itu dengan tren transformasi ke arah hardware, hybrid bahkan 100% on Cloud, menurutnya hal ini merupakan solusi yang sudah ditawarkan Metrodata jauh sebelum pandemi Covid-19.  

“Dengan kelengkapan dan solusi yang lebih fleksibel yang Metrodata tawarkan diharapkan bisa meningkatkan penjualan ke depannya,” tuturnya.  

Dari sisi belanja modal di tahun ini, MTDL menyiapkan dana sebesar Rp 350 miliar. Penggunaannya akan dialokasikan untuk pembelian barang TIK rental dan pembangunan city warehouse serta upgrade peralatan IT.


Sumber: https://stocksetup.kontan.co.id/news/ini-konstribusi-pendapatan-metrodata-electronics-mtdl-pada-tahun-2023



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Bantu Mudahkan 'Jalan' UMKM, CEO Toko Online Ini Masuk Forbes 30 Under 30

Liputan6.com, Jakarta  Hidup itu adalah pilihan. Dalam pekerjaan atau menjalankan usaha misalnya. Anda bebas memilih, mau bekerja diposisi apa, berbisnis apa, dan bagimana cara menjalankan usaha tersebut. Hal itulah yang setidaknya dilakukan oleh pengusaha muda asal Jakarta, William Sunito. Dia adalah Founder & Chief Executive Officer (CEO) TokoWahab.com Di usia mudanya, bungsu dari tiga bersaudara ini memimpin sekaligus mengelola perusahaan keluarga yang berdiri pada 1957. "Pada akhir 2015 saya kembali dari Amerika ke Indonesia dan memutuskan untuk terjun langsung mengurus perusahaan keluarga saya. Ini memang kemauan saya (untuk mengelola perusahaan) karena saya melihat ada potensi yang besar," jelas William saat berbincang dengan  Tim Liputan6.com  di kantornya di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (12/2). Ya, berbekal passion dalam dunia bisnis ditambah pengetahuan yang didapat selama kuliah di University of Washington, Amerika Serikat, William mulai men...