Langsung ke konten utama

Memaksimalkan Jangkauan Bisnis dan Transaksi Secara Digital



 Kemajuan teknologi juga membuat orang semakin banyak menghabiskan waktunya menggunakan internet. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa semuanya sudah terbiasa dengan internet. Banyak aktivitas manusia dilakukan secara digital baik aktivitas hiburan, pendidikan, budaya, termasuk untuk bisnis. Dengan teknologi pula dunia bisnis berkembang semakin pesat.

Pelaku bisnis harus bisa menangkap peluang ini untuk mengembangkan mendorong bisnis. Namun, bagaimana caranya? Apa saja yang perlu dilakukan agar bisnis bisa berkembang maksimal dengan digitalisasi?

ukmindonesia.id membahasnya bersama Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay dalam seri Pelatihan Bisnis Bangkit bersama ShopeePay. Cari tahu yuk dari obrolan itu bagaimana cara memaksimalkan jangkauan bisnis dan transaksi secara digital.

Apa itu Digitalisasi?

Sahabat Wirausaha, digitalisasi adalah sebuah proses peralihan media yang dimulai dari penggunaan media cetak, video atau audio menjadi media digital dengan tujuan untuk bisa mengarsip dokumen dalam bentuk transformasi digital.

Misalnya penggunaan transaksi transfer mobile banking menggantikan pembayaran tunai, mengganti nota kertas menjadi nota digital untuk bukti pembayaran, menggunakan online shop untuk bisnis, penggunaan aplikasi ojek online, dan lainnya.

Manfaat Digitalisasi Untuk Bisnis

Hampir semua bidang kehidupan manusia terpengaruh dengan digitalisasi termasuk dalam dunia bisnis. Banyak kemudahan yang ditawarkan baik bagi pemilik usaha maupun untuk konsumen. Apa saja manfaatnya dalam dunia bisnis?

1. Membuat Transaksi Lebih Efisien

Saat ini banyak aktivitas kita yang berubah termasuk model bisnis dari transaksi offline ke transaksi digital dan transaksi online. Belanja online pun semakin meningkat. Tidak hanya di kota-kota saja tetapi juga sampai ke pelosok desa.

Jika memanfaatkan digitalisasi, transaksi jual-beli tentu bisa dilakukan secara lebih mudah. Konsumen tidak harus datang ke toko untuk melakukan pembayaran. Bagi konsumen ini menguntungkan karena bisa hemat waktu, tenaga, dan biaya.

Sementara, untuk pemilik bisnis, digitalisasi semakin menghemat biaya seperti mengurangi biaya transportasi, biaya operasional, atau sewa tempat usaha. Contohnya jika pemilik usaha membuat toko online, biayanya jauh lebih terjangkau dibanding sewa tempat usaha. Selain itu, pengelolaannya tidak membutuhkan pegawai sebanyak toko offline. Saat ini jasa antar barang juga semakin banyak. Ini merupakan potret bisnis online semakin berkembang.

2. Mengurangi Kontak Langsung

Transaksi secara digital atau online membuat kita bisa mengurangi kontak langsung antara penjual dengan pembeli. Misalnya ibu-ibu tidak harus ke pasar langsung untuk membeli baju atau kebutuhan sehari-sehari karena bisa dilakukan lewat aplikasi saja. Kita pun bisa membeli makanan dari rumah saja lewat aplikasi pesan antar makanan (delivery order).

“Pembayaran digital bisa meminimalisir kontak fisik, mengurangi penggunaan uang tunai, dan memberikan kemudahan atau efisiensi untuk pelaku bisnis,” ujar Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay pada Curhat Sore ukmindonesia.id dalam seri Pelatihan Bisnis Bangkit bersama ShopeePay.

3. Pemilik Usaha Bisa Menjangkau Konsumen Lebih Luas

Jika kita punya usaha offline mungkin konsumennya hanya dari sekitar tempat usaha kita saja. Sedangkan kalau bisnis online konsumennya bisa menjangkau ke daerah yang lebih luas. Sebanyak mungkin pertemanan di media sosial yang juga dari daerah-daerah lain bisa menjadi calon konsumen. Pelanggan tidak harus datang untuk ke toko kita tetapi bisa juga dari jarak jauh.

Tantangan Dalam Bisnis Digital

Sahabat Wirausaha, bisnis digital juga memiliki tantangan. Gilang Ageng Sulistyo, CEO ukmindonesia.id pada Curhat Sore yang diadakan pada Jumat, 15 Juli 2022 mengatakan bahwa masuk digital masuk ekosistem digital harus mempersiapkan banyak hal.

Marketing di dunia digital itu tidak bisa hanya menggunakan satu strategi. Tidak ada yang namanya satu cocok untuk semuanya. Pastinya harus kita pahami dulu produk kita, menyusun strateginya sesuai karakter produk, dan kita harus punya brand identity produk kita,” ujarnya.

Selain itu, bisnis digital memiliki karakter perubahan yang begitu cepat. Tren beralih begitu cepat dari satu tren ke tren lainnya. Tantangan untuk masuk dunia digital kita harus beradaptasi dengan skill yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis digital itu. Jadi tidak cukup hanya dengan membuat akun sosial saja tetapi juga harus disertai skill mumpuni untuk mengelolanya agar bisa beradaptasi dengan perkembangan inovasi.

Selain untuk komunikasi atau hiburan kita bisa menggunakan media sosial seperti facebookinstagram, maupun twitter untuk mempromosikan produk kita. Kita bisa menggunakannya secara gratis maupun berbayar untuk hasil yang lebih maksimal.

Pada umumnya aplikasi gratis memang punya banyak kekurangan. Nah, jika ingin lebih maksimal kita bisa gunakan facebook dan Instagram ads. Apa saja keunggulannya?

1. Iklan Lebih Tertarget

Facebook dan Instagram ads akan menarget calon konsumen sesuai yang kita inginkan seperti lokasi, usia, pekerjaan, hobi bahkan minat. Dengan demikian iklan kita akan lebih tepat sasaran.

2. Iklan Lebih Menarik

Dengan menggunakan Facebook dan Instagram ads iklan kita akan lebih menarik karena adanya format iklan yang memiliki visual sesuai dengan kebutuhan bisnis ter-update bisa dalam bentuk teks gambar maupun video


Peningkatan Transaksi Digital

Saat ini banyak pembayaran yang menggunakan transaksi digital. Data Bank Indonesia Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi digital banking naik 38,38 persen (yoy) menjadi Rp5.184,1 triliun pada Oktober 2022. Hal ini karena ada anggapan masyarakat yang semakin mudah berbelanja daring, kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking. Saat ini banyak konsumen yang sering berbelanja tanpa menggunakan uang cash.

Banyak pilihan untuk menggunakan transaksi digital. Salah satunya adalah ShopeePay yang bisa mempermudah proses transaksi digital. ShopeePay yaitu fitur layanan uang elektronik yang digunakan melakukan pembayaran di marketplace Shopee sekaligus sebagai dompet digital untuk menyimpan pengembalian dana.

Kita juga mengenal penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran transaksi non-tunai. QRIS diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019. Bank Indonesia sendiri menargetkan 45 juta UMKM menggunakan QRIS di tahun 2023.

Selain kekinian, transaksi dengan pembayaran digital bisa mengurangi biaya pengelolaan kas, terhindar dari uang palsu, tidak perlu menyediakan uang kembalian, transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat setiap saat, dan lainnya.

Transaksi digital memang hadir untuk memberikan kemudahan dari sisi pembayaran. Pembayarannya lebih dan memudahkan pengecekan juga juga bisa menjangkau segmen tertentu yang memang nyaman dengan sistem pembayaran digital.

Saat ini dengan mudah kita temui tempat-tempat usaha yang juga melayani pembayaran melalui QRIS seperti toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS. Nah, tidak ada salahnya juga Sahabat Wirausaha menggunakan fasilitas QRIS ini yang dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Dalam proses mendapatkan calon pembeli menjadi pembeli bisa saja gagal. “Karena prosesnya lama, ribet atau menghabiskan waktu banyak. Dengan menggunakan tools digital bisa membuat proses menjadi semakin cepat,” kata Gilang Ageng Sulistyo.

Lalu bagaimana jika kita sendiri merasa kewalahan untuk mengoptimalkan bisnis digital? Sebaiknya kita berkomunitas. Dari komunitas itulah kita bisa mendapatkan berbagai wawasan yang berguna untuk meningkatkan skill bisnis digital. kita juga bisa dilibatkan pada even-even bisnis yang pastinya membuat jangkauan bisnis kita semakin meluas.

Sahabat Wirausaha, digitalisasi memiliki dampak yang sangat mendukung untuk iklim bisnis di Indonesia. Mari kita lihat digitalisasi ini sebagai peluang untuk memajukan bisnis kita. Ayo terus update skill digital kita agar bisa tetap eksis dengan dunia digitalisasi yang semakin berkembang.

Sumber:https://www.ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/memaksimalkan-jangkauan-bisnis-dan-transaksi-secara-digital

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...