Langsung ke konten utama

Visa Gandeng Kadin Bantu UMKM Arungi Era Digital

 


Visa, perusahaan pembayaran digital global bakal mendistribusikan modul edukasi keuangan ‘Practical Money Skills’ dari Visa kepada berbagai UMKM di bawah binaan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) di seluruh Tanah Air. Visa juga akan terlibat dalam berbagai program keterampilan keuangan digital yang akan dilaksanakan oleh Kadin beserta mitra lain-lainnya.

Saat ini bagi pelaku usaha, adaptasi dan melakukan kreasi dengan pendekatan digital telah merupakan keniscayaan. Bila pelaku usaha mampu beradaptasi, bahkan mampu menemukan peluang baru untuk pertumbuhan bisnisnya, agar tetap survive di era digital. Sayangnya kebanyakan pelaku bisnis skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ultra mikro (UMi) belumlah sepenuhnya melek digital. Sehingga, pemanfaatan platform niaga online menjadi kurang maksimal.

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sendiri memiliki peran sangat besar dalam pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan, 30 juta UMKM onboard digital, atau masuk ke platform digital pada 2024. Namun, Asosiasi E-commerce Indonesia (Indonesian E-Commerce Association/idEA) mencatat bahwa saat ini baru sekitar 19 juta UMKM di bawah naungannya yang sudah berjualan di platform digital.

Untuk itulah ditandatangani Nota Kesepahaman antara VISA dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk bekerja sama meningkatkan literasi keuangan dan bisnis digital di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman ini dilaksanakan pada akhir Januari 2023 lalu.

Disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid di era yang serba digital, pemerintah telah mendorong percepatan transformasi digital untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang menjadi salah satu misi penting Kadin. “Kami melihat pentingnya upaya meningkatkan keterampilan keuangan digital bagi UMKM yang memiliki peran besar dalam pemulihan ekonomi Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi Jumat (3/2/2023). Ia pun menyambut baik dukungan Visa dalam visi bersama dengan KADIN dalam upaya digitalisasi UMKM, sebagai salah satu kunci dari membangun bisnis yang berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Keahlian dan pengalaman Visa sebagai jaringan pembayaran digital global akan melengkapi Kadin dalam upaya meningkatkan literasi keuangan serta digital di Indonesia. Melalui program Wiki Wirausaha sebagai wadah informasi digital untuk UMKM, Kadin bersama para Mitra Perusahaan berharap dapat mendukung UMKM untuk naik kelas,” imbuhnya.

Sementara itu Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, pihaknya berkomitmen terus membantu meningkatan kemampuan pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia, terutama para pelaku UMKM sebagai salah satu penopang ekonomi di Indonesia.

“Sebuah kehormatan bagi kami dapat mendukung Kadin, dengan berbagi best practice global dalam bentuk sejumlah pengelolaan keuangan serta bisnis yang telah teruji di berbagi belahan dunia, untuk membantu UMKM di Indonesia memahami dan menerapkan dasar-dasar pengelolaan keuangan yang baik, serta memahami pentingnya go digital sebagai fondasi penting dalam mengembangkan bisnis mereka di era new normal,” kata Riko.


Sumber: https://investor.id/finance/320780/visa-gandeng-kadin-bantu-umkm-arungi-era-digital

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...