Langsung ke konten utama

Pro UMKM, Bank Sampoerna lakukan transformasi digital

 


 Sejak mengakuisisi Bank Lippo tahun 2012, kini Bank Sampoerna terus berbenah dengan melakukan tranformasi digital lewat Sampoerna Mobile Banking (SMB), yaitu aplikasi layanan keuangan perbankan yang canggih, praktis, dan aman, manjakan nasabah, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Kita memikirkan bagaimana digitalisasi itu menyasar UMKM ke pelosok, tahun ini kita menargetkan hadir di Pekanbaru dan Papua," kata Finance & Business Planning Director Bank Sampoerna Henky Suryaputra di Pekanbaru, Sabtu.

Ia mengatakan, Bank Sampoerna menghadirkan layanan perbankan SMB sebagai salah satu platform untuk memenuhi gaya hidup dinamis nasabah dan beradaptasi di era disrupsi digital. Kehadiran SMB juga memperkuat ekosistem layanan perbankan Bank Sampoerna kepada nasabah, terutama nasabah UMKM maupun mitra strategis secara digital.

"Ke depan, digitalisasi sudah merupakan hal yang mutlak dan tak terelakkan oleh siapa pun. Transaksi digital menjadi pilihan utama dalam setiap aktivitas ekonomi. Karena itu, dengan adanya SMB, perbankan menjadi tetap relevan dan mampu menjawab tantangan masa kini," ujar Henky.

Hengki menjelaskan, Bank Sampoerna juga komit mengayomi UMKM, ini dibuktikan dari total portofolio Bank Sampoerna kini mencapai Rp10 triliun lebih, sebanyak 50 persen digelontorkan untuk membangun UMKM.

Sementara itu Branch Manager Bank Sahabat Sampoerna Pekanbaru Alfindy Rafles, bermaksud memberikan apresiasi kepada segenap nasabah di Pekanbaru, Riau dan sekitarnya terutama bagi nasabah yang aktif menggunakan produk Tabungan Sampoerna Mobile Saving (SMS) melalui Undian Grand Prize Sampoerna Mobile Saving yang digelar pada 4 Februari 2023 di Mal Ska Pekanbaru, Riau.

Di sisi lain, gelaran Undian Grand Prize Bank Sampoerna Mobile Saving merupakan wujud dari komitmen perbankan memberikan apresiasi kepada nasabah bertajuk ' Undian Setiap Bulan Sepanjang Tahun' , yang terdiri atas Undian Bulanan dan Undian Grand Prize setiap tiga bulan sekali.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...