Langsung ke konten utama

Pemkab Beltim Gelar HLM TP2DD, Dorong Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah



 Dalam rangka mendorong percepatan dan perluasan Digitalisasi Daerah, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD)
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Belitung Timur ini dipimpin langsung oleh Bupati Belitung Timur Burhanudin yang juga selaku Ketua TP2DD.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Belitung Timur Ikhwan Fahrozi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Faturachman, Pimpinan OPD dan Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Manggar, Al Yoppie Kusuma.
Pertemuan HLM ini merupakan langkah awal dari Pemerintah Daerah Belitung Timur di Tahun 2023 untuk menyusun strategi sebagai upaya bersama mendorong peningkatan Indeks ETPD. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Faturachman dalam sambutannya menyampaikan kabar baik tentang progress yang telah dicapai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur dalam mendorong ETPD, sebagaimana Indeks ETPD Kabupaten Belitung Timur telah berada di tahap digital dengan skor mencapai 95,8%.
 
Peningkatan yang sangat siginifikan ini, katanya, menggambarkan bahwa Pemerintah Daerah Belitung Timur telah berhasil mendorong memanfaatkan kanal pembayaran non tunai dalam transaksi Pemerintah Daerah Belitung Timur serta pemanfaatan sistem informasi yang terintegrasi dengan baik.

"Pencapaian ini tentunya tidak terlepas dari dukungan Kepala Daerah dan kerja keras seluruh OPD serta Bank Sumsel Babel Cabang Manggar sebagai Bank RKUD yang menyediakan berbagai kanal pembayaran non tunai dan digital bagi Pemerintah Daerah Belitung Timur dalam melakukan berbagai transaksi baik belanja maupun penerimaan diantaranya pajak dan retribusi," ujar Faturachman.
 
Namun demikian, Faturachman juga menyampaikan bahwa masih terdapat area yang perlu dikembangkan di tahun 2023 dan tentunya memerlukan dukungan Kepala Daerah, Pimpinan OPD dan Bank Sumsel Babel diantaranya mengoptimalkan penyediaan kanal pembayaran oleh Bank RKUD khususnya melalui e-commerce, kerja sama dengan fintech SP, implementasi QRIS Dinamis dan penyediaan fitur khusus di mobile banking Bank Sumsel Babel.
 
Kemudian, lanjut Faturachman, terus mendorong implementasi program kerja ETPD tahun 2023 dengan menyusun program unggulan yang memberikan dampak strategis bagi peningkatan PAD, menjadikan ASN sebagai role model dalam menggunakan kanal non tunai untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah dan melakukan edukasi dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat secara kolaboratif melalui berbagai saluran komunikasi untuk meningkatkan literasi masyarakat. 

"Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan tidak hanya memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, akan tetapi dapat memberikan dampak strategis bagi Pemerintah Daerah yaitu mendorong optimalisasi PAD, perbaikan terhadap tata kelola keuangan Pemerintah Daerah, meningkatkan akses keuangan masyarakat dan penguatan kontrol keuangan secara sistematis," terang Faturachman. 

Selanjutnya, dalam mendukung upaya tersebut, Bupati selaku Ketua TP2DD memberikan arahan kepada seluruh anggota TP2DD untuk segera melakukan sosialisasi yang tidak hanya sebatas pemasangan baliho, namun turun langsung ke masyarakat khususnya ke perusahaan-perusahaan perkebunan dan perusahaan tambang yang ada di Kabupaten Belitung Timur yang diharapkan dapat segera dilakukan pada Triwulan I-2023. 

Disamping itu, Bupati juga mengingatkan, kegiatan sosialisasi ini juga harus dilakukan diinternal Pemerintah Daerah sehingga seluruh OPD memahami urgensi dari implementasi elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah. 

"Untuk itu kami meminta komitmen Bank Sumsel Babel selaku Bank RKUD untuk mendorong perluasan kanal pembayaran sebagaimana direkomendasikan oleh Bank Indonesia. Kami Pemkab Beltim siap mendukung perluasan ETPD dengan penerbitan berbagai regulasi yang akan segera mulai dipersiapkan," tukas Bupati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...