Langsung ke konten utama

Kinerja Emiten Bank Diprediksi Makin Membaik Membaik Tahun Ini



 Kinerja emiten bank diprediksi membaik pada kuartal I  tahun 2023 menyusul rilis laporan keuangan tahun 2022 yang positif.

Analis MNC Sekuritas Tirta Citradi mengatakan, ada potensi harga saham bank-bank besar mendapatkan katalis positif dari earnings result tahun 2022 lalu.

enaikan laba sejumlah bank-bank besar, kata Tirta, disebabkan kredit meningkat, strategi low-cost funding yang tetap jalan di tengah kenaikan suku bunga, dan perbaikan kualitas aset, sehingga pencadangan manageable dan ada ekspektasi kenaikan dari sisi dividen baik secara nominal maupun payout.

“Story dividen bisa menjadi katalis positif untuk harga saham big-banks di kuartal I  2023. Apalagi indeks saham global mulai membaik dengan adanya ekspektasi The Fed tak seagresif tahun lalu di tengah tren disinflasi global,” ujarnya

Tak hanya untuk kuartal I 2023, Tirta memprediksi kinerja emiten bank secara keseluruhan masih positif sepanjang tahun ini. Setidaknya, ada dua alasan yang menyebabkan hal tesebut.

Pertama, likuiditas mencukupi terbukti dari loan to deposit ratio (LDR) yang kebanyakan masih dalam regulatory framework, bahkan cenderung cukup di level 80%-85%.

Kedua, rasio dana murah masih berpotensi naik seiring dengan strategi digitalisasi perbankan. Menurut Tirta, rasio Current Account Saving Account (CASA) bank-bank besar sudah lebih dari 70%.

“Kalau ini dipertahankan dan kredit bisa tumbuh 10%-12% untuk big banks, maka Net Interest Margin (NIM) berpotensi naik meski suku bunga juga dinaikkan,” katanya.

Katalis positif untuk bank-bank kecil, terutama bank digital, juga masih menyelimuti setelah melakukan right issue, yaitu kenaikan Capital Adequacy Ratio (CAR) dan bertambahnya likuiditas.

Namun, Tirta menyarankan agar investor lebih selektif dalam berinvestasi di bank-bank kecil. Sebab, bank-bank kecil mayoritas masih ada pada early stage.

“Masalahnya pun serupa, seperti loan growth agresif, tetapi dibarengi dengan kenaikan NPL. Sehingga, meski yield digital bank lebih besar dari big bank maupun conventional bank, tetapi ketutup juga untuk biaya pencadangan,” ujarnya.

Bank-bank kecil yang masih di early stage juga masih membutuhkan investasi di teknologi dan SDM untuk menjalankan strategi transformasi digital. Sebab, banyak bank digital yang semula konvensional, kemudian dirombak menjadi bank digital. Sehingga, selain pencadangan tinggi, cost to income juga tinggi.

“Pada akhirnya, modal bisa tergerus karena kerugian dari pendapatan bunga bersih yang belum mampu menutup provisioning dan operational expenditure (opex),” tuturnya.

Menurut Tirta, BBRI dan BBNI akan menjadi emiten bank yang paling prospektif di tahun 2023.

“Itu dua big banks yang menjadi top picks kami. Harga saham sekarang masih terdiskon dari fair value-nya. BBRI target price Rp 5.700 per saham, sementara BBNI target price Rp 11.400 per saham,” ujarnya.


Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/kinerja-emiten-bank-diprediksi-makin-membaik-membaik-tahun-ini


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...