Langsung ke konten utama

Exabytes Ambisi Ciptakan Sejuta UKM Go Digital

 


 Penyedia solusi bisnis all-in-one terkemuka di Asia Tenggara, cloud, digital dan e-Commerce, Exabytes Indonesia saat ini tengah berupaya menciptakan 1.000.000 UKM Go Digital dengan solusi digital yang mudah dan terjangkau.

Strategi kemitraan dengan perusahaan-perusahaan global juga menjadi upaya Exabytes untuk memastikan para pelanggan menikmati produk dan layanan terbaik. Exabytes telah menjadi mitra Google Workspace, AWS Cloud, Huawei Cloud, Microsoft, Acronis, Koinworks, ShopeePay dan masih banyak lagi.

Di era digital pasca pandemi ini, kolaborasi bisnis merupakan langkah strategis yang bijak karena dapat mempengaruhi kinerja positif perusahaan secara signifikan. Hal ini merupakan bagian dari perjalanan pertumbuhan Exabytes Indonesia sebagai upaya membantu para pelanggan untuk melakukan transformasi digital berbasis cloud dan mengutamakan keamanan siber.

Salah satu bentuk dukungan nyata Exabytes Indonesia kepada UMKM di tahun 2022 adalah berkunjung ke Kota Malang dan menyelenggarakan acara UMKM Pesat Digital, yaitu bertemu langsung dengan asosiasi UMKM lokal dan menghadirkan pembicara ahli yang berbagi informasi serta tips mengenai pemasaran digital, teknik fotografi, manajemen produksi dan keuangan hingga pentingnya website bagi pemilik usaha. Acara ini sukses dihadiri para pemilik UMKM sebanyak 200 peserta offline dan 50 peserta online.

Selain itu, Exabytes Indonesia juga turut berpartisipasi menjadi thought leader dari industri teknologi dan web hosting, di mana Exabytes Indonesia mengundang para pembicara dan peserta C-Level dari berbagai perusahaan dan startup teknologi seperti airasia Super App, ASTRO, Koltiva, dan masih banyak lagi; dalam gelaran konferensi MarketingFest 2022 yang membahas mengenai solusi percepatan pertumbuhan bisnis pasca pandemi. Acara ini dibuka langsung oleh Pak Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan dihadiri 200 peserta offline.

“Kami sangat percaya dengan perjalanan transformasi digital dan sebagai perusahaan, kami berusaha untuk berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan yang selalu dinamis. Tahun 2023 ini, kami akan fokus memberikan nilai lebih dan pengalaman terbaik bagi para pelanggan dalam menikmati produk dan layanan kami, terutama bagi para pemilik UMKM. Ini merupakan cara kami berkontribusi pada kemajuan transformasi digital secara lokal dan internasional” jelas Chan Kee Siak, Founder dan CEO Exabytes.

Kementerian Komunikasi dan Informatika memprediksikan bahwa hingga 2035, Indonesia akan membutuhkan setidaknya 9 juta talenta digital. Sejalan dengan pemerintah Indonesia yang telah menganggarkan Rp 2,246 triliun untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas SDM sebagai faktor kunci keberhasilan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Exabytes Academy hadir sebagai sebuah program belajar online yang dapat membantu individu memaksimalkan keahlian, meningkatkan daya saing dan profesionalisme dalam berkarir di industri digital.

“Permintaan akan pekerja terampil di industri teknologi atau pekerjaan berbasis digital seperti Digital Marketing, Web Developer, DevOps Engineer meningkat di beberapa tahun belakangan ini. Ditambah dengan adanya isu tech winter yang berdampak pada perusahaan-perusahaan besar teknologi, menjadikan banyaknya talenta yang harus selalu mempersiapkan diri dengan pembekalan”, tambah Indra Hartawan, Country Manager Exabytes Indonesia.

Exabytes Academy dijelaskan Indra adalah solusi yang tepat sebagai investasi pengembangan diri dan karir dengan mendapatkan materi pembelajaran mendalam seputar digital marketing, web development, product management dan tech tool mastery.

Tercatat Exabytes Indonesia telah sukses mengadakan 124 acara di sepanjang tahun 2022 dengan jumlah peserta lebih dari 23.000 orang dan 150 orang di setiap acaranya. Exabytes terus berkomitmen memberikan edukasi dan menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital bagi semua lini masyarakat sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah.


Sumber: https://techbiz.id/2023/02/exabytes-ambisi-ciptakan-sejuta-ukm-go-digital/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...