Langsung ke konten utama

Bekas Petinggi Jenius, Bangun Bisnis Rintisan Digital Marketing



 Perusahaan rintisan, PT Capella Digicrats Indonesia yang merupakan perusahaan jasa digital marketing mengumumkan peresmian Gua Digital menjadi entitas usaha baru di bawah Capella Digicrats Indonesia. 

Sebelumnya, Gua Digital beroperasi sebagai perusahaan penyedia jasa transformasi digital yang fokus pada pengembangan solusi teknologi informasi yang didirikan oleh Kailash Raghuwanshi dan Mahardika Prima setelah entitas fintech Paygua diambil alih. 

Sunilkumar Suvvaru, Pendiri Capella Digicrats menyambut dengan baik penggabungan Gua Digital menjadi entitas di bawah Capella Digicrats. 

"Hal ini akan memungkinkan Capella Digicrats untuk bisa mengembangkan sayap ke sektor yang lebih luas,” katanya, dalam keterangan Senin (6/2/2023).

Menurut pria yang sebelumnya merupakan salah satu petinggi marketing di Jenius (BTPN), Gua Digital menawarkan solusi transformasi digital untuk perusahaan di Indonesia, terutama yang masih menjalankan operasinya tanpa pemanfaatan teknologi. 

Pendiri Gua Digital Kailash Raghuwanshi menyatakan bahwa ekosistem klien yang dimiliki oleh Capella Digicrats memungkinkan layanan yang selama ini ditawarkan Gua Digital dapat diimplementasikan dengan lebih baik. 

Lewat akuisisi ini, Sunilkumar Suvvaru turut menjadi pemegang saham mayoritas Gua Digital. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan akan terus mendorong pertumbuhan dan inovasi di pasar digital dan lanskap teknologi. 

Sementara itu, pemilik Gua Digital sebelumnya yakni Kailash Raghuwanshi dan Mahardika Prima akan mengambil peran non-eksekutif dan bertindak sebagai dewan penasehat. Diyakini pengetahuan dan keahlian industri Sunilkumar yang luas mampu memberikan panduan berharga bagi usaha masa depan perusahaan. 

“Kami percaya bahwa akuisisi dan pengambilalihan ini akan membawa peluang baru yang menarik bagi Gua Digital, juga tim serta kliennya. Kami menantikan masa depan yang cerah bagi Gua Digital di bawah kepemimpinan Sunilkumar,” tukas Kailash.


Sumber: 
https://teknologi.bisnis.com/read/20230206/266/1625277/bekas-petinggi-jenius-bangun-bisnis-rintisan-digital-marketing

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...