Langsung ke konten utama

Basis Data Cloud Jadi Solusi Tepat Selesaikan Permasalan IT



 Perusahaan dari semua skala bisnis saat ini sedang mencari cara yang tepat untuk memodernisasi pekerjaan mereka. Munculah basis data cloud sebagai elemen penting dalam tumpukan teknologi transformasi digital. Memiliki basis data cloud yang tepat dapat membantu menangani berbagai aplikasi yang diandalkan perusahaan dan aplikasi yang mereka bangun, dari cloud hingga seluler dan edge.

Bagi perusahaan yang bercita-cita untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan lebih personal, penggunaan DBaaS (basis data sebagai layanan) harus menjadi pertimbangan utama.

Ravi Mayuram (CTO Couchbase) menyampaikan Hal yang mendasar untuk kebutuhan ssebuah bisnis adalah sebuah transformasi pada arah investasi digital. Deloitte melaporkan bahwa di Asia Pasifik, layanan cloud akan menyumbang USD160 miliar bagi perekonomian dari tahun 2020 hingga 2024, di berbagai industri. Laporan yang sama juga menggarisbawahi bahwa adopsi cloud di kawasan Asia Pasifik akan memengaruhi industri secara berbeda yang tergantung investasi digital saat ini, tingkat gangguan, dan intensitas persaingan di masing-masing industri.

Sekitar 54% perusahaan di Asia mengutamakan dan berfokus pada teknologi cloud untuk fase pertumbuhan berikutnya, sehingga mereka dapat memanfaatkan data yang dimiliki sebaik-baiknya dan memperluas model bisnis yang sudah ada.

“Perusahaan benar-benar bergantung pada basis data untuk mengimbangi dunia yang semakin hari berubah menjadi serba digital. Vendor ritel mewah Prancis, misalnya, sekarang dapat memberikan penawaran yang lebih banyak dan melakukan transaksi daring yang lebih cepat, menciptakan pengalaman yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara memberi para tenaga penjual akses langsung ke katalog produk mereka,” Ungkap Ravi.

Ravi juga memberikan contoh, sebuah perusahaan pakaian dan ritel global penyedia mode premium yang memiliki lebih dari 1.800 toko ritel di seluruh dunia dapat meluncurkan ruang digital pamerannya untuk kepentingan pameran (showroom) dengan kekuatan berbasis data cloud. Teknologi basis data yang skalanya dapat ditingkatkan memastikan kinerja yang tinggi, ketersediaan secara luring, dan sinkronisasi data langsung untuk pengalaman ruang digital pameran yang stabil sehingga dapat berjalan dengan lancar meskipun tanpa internet sekalipun.

Contoh nyata lainnya adalah, sebuah maskapai penerbangan internasional dengan lebih dari 40.000 staf yang terdiri dari awak darat, awak pesawat, pengatur jadwal, dan divisi lainnya mengoperasikan lebih dari 1,5 juta penerbangan setiap tahun.

Mereka telah mendigitalkan seluruh proses mulai dari pemesanan tiket, penjadwalan penerbangan, dan operasi darat dengan memodernisasi tumpukan mereka di basis data cloud yang membentang dari cloud ke edge.

Proses digitalisasi ini memungkinkan kru darat mereka yang berada di landasan berkolaborasi dan bekerja bahkan tanpa konektivitas internet dengan adanya sinkronisasi data perangkat-perangkat sederhana. Perubahan tersebut tidak hanya membantu seluruh operasi tetapi juga mengurangi waktu yang diperlukan untuk memesan tiket dan pada saat yang sama menurunkan biaya konektivitas dan jaringan secara substansial bagi perusahaan.

Dengan menggunakan kemampuan edge dan cloud dalam basis data cloud, maskapai ini telah mendigitalisasi proses pemeriksaan prapenerbangan dengan menyinkronkan data di seluruh tablet staf secara langsung, bahkan saat gawai tersebut terputus koneksi internetnya.

Perusahaan perlu berkembang pada skala yang terus meningkat, namun hal ini membuthkan lebih banyak data, lebih cepat, dan lebih banyak kontak pelanggan. IDC memperkirakan bahwa akan ada 41,6 miliar perangkat IoT, atau “benda”, yang terhubung, yang menghasilkan 79,4 zettabytes (ZB) data pada tahun 2025.

Satu-satunya cara untuk mengikuti pertumbuhan akan kebutuhan data yang semakin cepat ini adalah dengan memiliki basis data cloud yang dapat menangani data dalam jumlah besar dan dapat melakukannya dengan sangat gesit dan jeda waktu tunggu yang singkat.

Ada dua macam perluasan skala: horizontal (menambahkan lebih banyak unit struktur data/nodes ke sistem) dan vertikal (menambahkan lebih banyak sumber daya ke satu node).

Pada akhirnya semuanya bermuara pada bagaimana kinerja basis data dan seberapa sesuai dengan peningkatan biaya operasi dan investasi terhadap infrastruktur jangka panjang. Menurut Gartner, perusahaan yang berfokus pada skala dapat mencapai produktivitas 10,6% lebih tinggi dibandingkan pesaingnya.

Lebih jauh lagi Ravi mennyampaikan bahwa saat ini para pengembang sedang membangun aplikasi yang akan mendorong perusahaan mereka maju sebagai perusahaan digital, dan berbasis data cloud dengan tujuan membuat proses lebih mudah dan lebih efisien. Basis data cloud NoSQL dapat mendukung aplikasi web, seluler, dan IoT sambil memungkinkan pengembang untuk menggunakan bahasa dan proses yang sudah mereka ketahui dan sukai.

Namun, mengapa basis data NoSQL terdistribusi menjadi pilihan utama bagi para pengembang? Sebab mereka menghargai kecepatan, akurasi, dan jeda waktu tunggu (latensi) yang singkat yang ditawarkannya.

Dengan database NoSQL, perpecahan antara pengembang front end dan back end aplikasi telah berakhir. Tidak ada perubahan model data dan model objek yang terpisah. Menurut Ravi perubahan model aplikasi dan objek secara otomatis tercermin dalam basis data. Ini menghilangkan kebutuhan akan komite dan persetujuan, sehingga bisa mendapatkan perubahan model data sederhana ke dalam produksi. Untuk pertama kalinya, basis data sekarang berada dalam saluran CI/CD.

“Hal ini berdampak besar pada kegesitan penyebaran. Kemampuan untuk mengeoperasikan basis data yang terdistribusi secara geografis dengan ketersediaan yang terus menerus sama pentingnya dengan kegesitan pengembangan. Tanpa kedua hal tersebut, perusahaan tidak dapat mempercepat waktu pemasaran mereka” terang Ravi.

Disisi lain Gartner memprediksi lebih dari 85% organisasi akan menganut prinsip cloud-first pada tahun 2025 dan tidak akan dapat sepenuhnya menjalankan strategi digital mereka tanpa menggunakan arsitektur dan teknologi cloud-native.

Basis data cloud dapat menjadi katalis bagi perusahaan untuk bertransformasi secara digital di era di mana kemampuan meningkatkan skala menjadi kebutuhan, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Saat transformasi digital semakin meningkat, semakin banyak aplikasi yang beroperasi baik di skala planet maupun di edge. Basis data cloud terdistribusi yang dapat memenuhi kebutuhan di kedua ujung spektrum tersebut adalah yang semakin dicari oleh perusahaan untuk memecahkan masalah generasi berikutnya.


Sumber: https://infokomputer.grid.id/read/123676425/basis-data-cloud-tepat-jadi-solusi-bisnis-selesaikan-permasalan-it?page=2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...