Langsung ke konten utama

Peningkatan Digitalisasi di Era Generasi Milenial



 Puji syukur kita haturkan kepada Tuhan yang maha Esa yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan, sehingga dapat menyusun sebuah Opini dengan tema “Pendidikan pancasila dan Generasi Milenial” Yang berjudulkan “Peningkatan digitalisasi di era Generasi milenial”

Generasi Y atau Milenial yakni mereka yang lahir pada tahun 1981 hingga 1996 sehingga pada 2022 berusia 26 hingga 41 tahun. Keempat, generasi Z adalah mereka yang lahir pada tahun 1997 hingga 2012 sehingga pada 2022 diperkirakan berusia 10 hingga 24 tahun.

Generasi milenial saat ini tidak luput dengan kata digitalisasi, dengan penggunaan teknologi digitalisasi generasi milenial bergantung bahwa semua aktifitasnya jadi lebih mudah, tidak banyak menguras tenaga dan lebih hemat waktu. Bahkan hampir seluruh aktivitas dapat dilakukan secara daring/Online, contohnya seperti, membaca, belanja, belajar, memesan ojek, bertukar kabar, dan masih banyak lagi.

Digitalisasi memang mempunyai banyak manfaat dan kelebihan, namun setiap hal yang mempunyai kelebihan pasti juga mempunyai kekurangan/dampak buruk, tentunya Digitalisasi juga mempunyai dampak negatif bagi masyarakat sekitar, seperti halnya dunia pekerjaan banyak tergantikan oleh Robot, aplikasi atau layanan online lainnya.

Secara sederhana digitalisasi adalah proses perubahan yang terjadi pada teknologi bersifat analog ke teknologi bersifat digital. Proses yang terjadi kemudian banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, hingga saat ini industri sudah semakin modern dan mengandalkan teknologi tersebut untuk terus menopang operasionalnya.

Digitalisasi sendiri dilakukan dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja setiap bagian dari industri, sehingga waktu dan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat diolah seoptimal mungkin untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Kita sebagai generasi milenial juga harus membatasi penggunaan teknologi digital, saat ini kita juga harus berfikir panjang, apa yang akan terjadi 5 tahun kedepan dan apa yang harus kita lakukan mulai saat ini.

Sebagai generasi milenial kita memang sangat membutuhkan Teknologi Digitalisasi, namun harus ada batas penggunaan nya juga, karena semua hal pasti mempunyai dampak positif dan negatif.

Sumber: https://news.limadetik.com/peningkatan-digitalisasi-di-era-generasi-milenial/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...