Langsung ke konten utama

CBA Soroti Proyek Digitalisasi SPBU PT Pertamina, Rp3,6 Triliun Tanpa Tender


 Center for Budget Analysis (CBA) menyoroti proses awal perencanaan hingga pelaksanaan pengadaan digitalisasi SPBU di PT Pertamina yang merupakan bagian dari rangka alselerasi digital transformation (transformasi digital)  di sektor retail SPBU guna memberikan visibilitas penjualan dan pelanggan di seluruh SPBU di tahun 2018.

Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, mengatakan bahwasannya berkaitan dengan proses penunjukan penyedia pelaksanaan pengadaan diduga janggal.

"Sebab proyek tersebut mencapai Rp3,6 triliun dengan metode penunjukan langsung (PL) kepada PT Telkom Indonesia sebagai pelaksana, seharusnya dengan pagu anggaran sebesar itu metode pemilihan di tenderkan atau tender international agar mendapatkan harga yang relatif murah untuk efesiensi anggaran," ujar Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, saat dikonfirmasi di Jakarta.

Jajang selaku Koordinator CBA, mengungkapkan bahwasaannya dalam pelaksanaan justru terbukti adanya pemborosan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

"Pemborosan keuangan PT Pertamina (Persero) c.q PT Pertamina Patra Niaga sebesar Rp196,4 miliar dan potensi pemborosan keuangan perusahaan sebesar Rp692.9 atas biaya digitalisasi SPBU kepada PT Telkom Indonesia," ungkapnya.

Ironinya lagi, sambung Jajang, pekerjaan tersebut diketahui di sub kontrakan oleh PT Telkom Indonesia tanpa persetujuan PT Pertamina.

Lebih lanjut dikatakan Jajang, banyak item pekerjaan yang tidak dilengkapi dengan dokumen sumber harga. "Hal ini tentunya menjadi rawan akan penyelewengan anggaran, bisa saja ditemukan modus mark up," bebernya.

Oleh karena itu, program yang digadang bakal selesai di tahun 2023 untuk tidak serta merta direalisasikan pembayaran.

"Harus ada kajian serta penalty yang serius, sehingga kedua belah pihak sama-sama tidak dirugikan, khususnya Pertamina jangan terlalu mudah mencairkan anggaran, apalagi nilainya mecapai ratusan miliar," pungkas Jajang.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) melakukan pengadaan Digitalisasi SPBU dengan melakukan proses pengadaan penunjukan langsung terhadap PT Telekomunikasi Indonesia (PT Telkom).

Pada tanggal 18 April 2019 PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom telah menandatangani Perjanjian Pengadaan Digitalisasi SPBU Pertamina Nomor SP-12/C00000/2019-S0 (“Perjanjian Awal”) dengan nilai kontrak sebesar Rp15,25/liter atau senilai Rp3,626.658.426.755,00. Nilai kontrak tersebut dihitung dengan asumsi total prognosa jumlah liter sampai tahun 2023 sebesar 237.813.668.939 liter. Jangka waktu kontrak semula sejak kick off meeting sampai tahun 2023.

Hasil realisasi pembayaran yang didapatkan dari tahun 2019 hingga 2022 senilai Rp816.333.384.217 dari 53.997.868.691 liter.


Sumber: https://www.klikanggaran.com/anggaran/pr-1156522028/cba-soroti-proyek-digitalisasi-spbu-pt-pertamina-rp36-triliun-tanpa-tender?page=2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...