Langsung ke konten utama

Kementerian PANRB Perkuat Digitalisasi Pelayanan Publik dengan Kementerian Kominfo



 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) saat ini tengah melakukan penguatan digitalisasi pelayanan publik melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!), Portal Pelayanan Publik dan Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital. Untuk itu, dibutuhkan langkah sinergi bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) khususnya dari segi teknologi dan infrastruktur. “Kementerian PANRB khususnya Deputi Bidang Pelayanan Publik memiliki tiga program strategis yang membutuhkan dukungan dari segi teknologi informasi, diantaranya pengelolaan pelayanan publik nasional melalui SP4N-LAPOR!, penyelenggaraan pelayanan publik berbasis elektronik yang terintegrasi melalui pembangunan Portal Pelayanan Publik dan Mal Pelayanan Publik Digital,” ujar Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa dalam Rapat Penguatan Koordinasi dan Sinergi Digitalisasi Pelayanan Publik,.

Dalam kesempatan tersebut Diah membahas beberapa isu strategis, terutama yang menjadi mandat pada Peraturan Presiden No. 95/2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dalam peraturan tersebut, Kementerian Kominfo memiliki peran dalam penyusunan domain arsitektur yang terkait dengan domain aplikasi dan infrastruktur SPBE.

Sejalan dengan hal itu, SP4N-LAPOR! yang telah ditetapkan sebagai aplikasi umum masih menghadapi masalah integrasi aplikasi sejenis. Untuk itu, perlu dilakukan pemetaan aplikasi umum bidang pelayanan publik untuk diintegrasikan dalam Portal Pelayanan Publik.

Selanjutnya, dalam proses pembangunan MPP Digital perlu adanya manajemen aset teknologi informasi dan komunikasi yang merupakan serangkaian proses perencanaan, pengadaan, pengelolaan, dan penghapusan perangkat keras dan perangkat lunak. Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah tentang manajemen layanan.

“Manajemen layanan yang dilakukan meliputi serangkaian proses pelayanan pengguna, pengoperasian layanan, dan pengelolaan aplikasi. Keberlangsungan aplikasinya harus terjamin untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap pengguna,” tutur Diah.

Kemudian berkenaan dengan rencana strategis, Deputi Diah menyampaikan untuk Portal Pelayanan Publik Kementerian PANRB bertanggung jawab dalam integrasi proses bisnis pemerintah pusat. Sementara, Kementerian Dalam Negeri bertanggung jawab dalam integrasi proses bisnis pemerintah daerah sedangkan Kementerian Kominfo bertanggung jawab dalam membangun dan mengembangkaan Portal Pelayanan Publik yang terintegrasi, baik untuk pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Terkait layanan berbagi pakai, Diah menegaskan wewenang dan tanggung jawab dalam pengembangan layanan berbasis teknologi layanan berbagi pakai menjadi milik Kementerian Kominfo. Namun hingga saat ini pelaksanaannya belum maksimal, dan perlu dioptimalkan.

“Sehingga perlu ditingkatkan kembali kualitas pengembangan layanan berbagi pakainya oleh Kementerian Kominfo agar sinergi digitalisasi pelayanan publik dapat berjalan dengan baik,” ungkap Diah.

Sebagai informasi, Kementerian Kominfo memiliki peran besar secara khusus dalam hal pembangunan portal dan pelaksanaan integrasi e-services. Diah berharap, soft launching Portal Pelayanan Publik dapat dilakukan pada Juni 2023.

Lebih lanjut Guru Besar Universitas Sriwijaya ini mengatakan, untuk mendorong kesiapan pelayanan publik berbasis elektronik di tingkat pemerintah daerah dan dapat terhubung dengan Portal Pelayanan Publik, secara paralel Kementerian PANRB tengah menginisiasi pembentukan MPP Digital sebagai portal pemerintah daerah yang mengintegrasikan berbagai e-services di pemerintah kabupaten dan kota.

Hal ini sejalan dengan program prioritas yang dicanangkan oleh Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas. Menteri PANRB mendorong agar MPP yang telah berdiri untuk bertransformasi menjadi MPP Digital. Dengan adanya MPP Digital, maka masyarakat dapat memperoleh layanan dengan lebih cepat, lebih mudah, dan dapat diakses kapan pun dimana pun.

Untuk diketahui, Kementerian PANRB telah melakukan penjajakan dengan perusahaan perbankan terkait dengan kerja sama dalam pembangunan MPP Digital. Dalam hal ini, Deputi Diah juga meminta dukungan dari Kementerian Kominfo untuk turut mendampingi dan berpartisipasi dalam proses kolaborasi tersebut.

“Kami membutuhkan dukungan dari Kementerian Kominfo untuk turut mengawal dan berpartisipasi dalam proses kolaborasi ini. Sebab tentu ada kaitannya dengan legalitas dan ketentuan teknis pengelolaan aplikasi MPP Digital yang akan dibangun kedepan mengingat peran BUMN Perbankan yang mendukung pembangunan aplikasi tersebut memiliki keterbatasan terutama dalam penyediaan layanan diluar sektor perbankan,” pungkas Diah.


Sumber: https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/kementerian-panrb-perkuat-digitalisasi-pelayanan-publik-dengan-kementerian-kominfo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...