Langsung ke konten utama

Dispusip Siap Tingkatkan Pelayanan Melalui Transformasi Digital

 


 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon siap meningkatkan pelayanan literasi kepada masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya. Salah satu upayanya dengan bertransformasi digital di berbagai layanan yang ada.

Kepala Dispusip Kota Cirebon, Gunawan, ATD., DEA., menjelaskan, upaya peningkatan layanan literasi selalu menjadi prioritas. Berdasarkan evaluasi program yang sudah dilaksanakan pada 2022, ada beberapa catatan yang memiliki perhatian lebih.

“Perpustakaan 400 ini tidak hanya berkutat pada pinjam dan baca buku, serta pengelolaan kearsipan. Tetapi lebih dari itu, yakni bisa menjadi tempat untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM), misalnya komunitas ibu-ibu, agenda pelajar PAUD hingga sosial,” jelasnya.

Selain itu, sambung Gunawan, sarana prasarana juga perlu ditingkatkan. Meski saat ini masih dalam kondisi baik, tetapi tetap perlu pengembangan. Salah satunya yaitu peningkatan pencahayaan di perpustakaan.

“Penerangan ini salah satu yang menjadi perhatian khusus saat ada penilaian dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Oleh sebab itu tahun ini, kita ingin memperbaiki. Selain pencahayaan, semua dinilai baik,” terangnya.

Gunawan menambahkan, pihaknya juga ingin memudahkan peminjaman buku kepada masyarakat, tentunya dengan transformasi digital yang akan diterapkan. Sehingga pada saat meminjam dan mengembalikan tidak harus ada petugas jaga.

Hal itu karena menggunakan Radio Frequency Identification (RFID), yakni bentuk teknologi komunikasi wireless atau tanpa perantara. Teknologi RFID terfokus pada identifikasi sebuah objek melalui rangkaian kode yang hanya dapat dibaca scanner dengan software tertentu.

“Jadi pemustaka yang hendak pinjam atau pengembalian buku, tinggal scan saja. Apabila belum scan, maka alat detektor yang terpasang di pintu akan berbunyi. Ini perlu dimatangkan, karena RFID saat ini sudah terpasang, tinggal dukungan software saja,” terangnya.

Pihaknya juga menjelaskan terkait pengelolaan kearsipan, bahwa saat ini masih manual. Tetapi perlahan beberapa naskah kuno sudah digitalisasi dan dibuka secara umum di website dispusip.cirebonkota.go.id.

“Dalam website itu ada segmen Sistem Informasi Koleksi Naskah Kuno (SINGKONO). Kemudian siapa pun bisa mengakses naskah kuno, buku langka, foto, gambar dan lukisan, majalah serta surat kabar langka,” terangnya.

Gunawan juga menambahkan, bahwa di tingkat perangkat daerah juga ada pengelolaan kearsipan dinamis. Pengelolaan akan menginduk dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Kita sudah memohon akun kepada ANRI untuk pengelolaan arsip dinamis. Rencananya diujicobakan di tiga perangkat daerah, yakni Dispusip, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) dan Sekretariat Daerah (Setda),” ucapnya.

Pihaknya berharap, semua rencana ini bisa terlaksana dengan baik di tahun 2023 ini. “Kita matangkan, targetnya tahun ini bisa terlaksana semua. Semoga lancar,” katanya.

Sumber: https://www.cirebonkota.go.id/2023/dispusip-siap-tingkatkan-pelayanan-melalui-transformasi-digital/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...