Langsung ke konten utama

Apa Itu Private Cloud? Penyimpanan Data Aman, Modern & Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan feat. Synology


 

Untuk pengguna perorangan, data biasanya disimpan di harddisk. Lalu seiring waktu, kita biasanya mulai kena masalah dengan harus bawa harddisk kemana-mana. Umumnya, data penting yang butuh sering diakses dari mana saja lalu disimpan di cloud, seperti Google Drive misalnya. Masalah berikutnya muncul saat data yang dimiliki makin besar atau kebutuhannya makin rumit. 

Seorang youtuber mulai kehabisan tempat untuk backup data videonya. Di cloud tidak mungkin, di harddisk, jadi butuh banyak bangetLalu, untuk pengusaha pemula yang bisnisnya kerap disebut UMK atau UMKM, seharusnya juga mulai bingung karena data terkait pekerjaan pastinya lebih sensitif lagi. Jadi, faktor keamanan harus diperhatikan.


Jadi, kebutuhan yang ada terlihat jadi rumit. Harus siap untuk menyimpan data yang akan terus membesar, harus menjaga keamanan datanya, dan bisa jadi data harus bisa diakses dari mana saja.

Menyimpan data dengan metode klasik seperti harddisk atau file server tradisional tentu saja bukan jadi solusi yang pas. Menggunakan public cloud sekilas bisa jadi solusi, tapi itu saja juga belum mencukupi. Apalagi kalau dikaitkan dengan biaya langganan yang harus dibayarkan. Untuk kapasitas besar, biaya pastinya tinggi dan bisa saja membebani. Belum lagi kalau bicara soal keamanan data di public cloud, yang memang punya risiko tersendiri.

Lalu, harus bagaimana?

Ada solusi menarik yang bisa dipilih, dengan kapasitas yang bisa ditingkatkan tanpa biaya langganan setinggi public cloud, keamanan yang bisa dijaga karena perangkatnya ada di tempat kita, dan data tetap bisa diakses dari mana saja melalui cloud. Ini namanya adalah private cloud!

Nah, kali ini kita akan bahas mengenai implementasi private cloud di dunia nyata, bukan teori saja. Kita akan bahas beberapa contoh penggunaan private cloud ini dan bahas seberapa besar pengeluaran untuk private cloud ini. 

Sebelum mulai bahas lebih lanjut soal penggunaan si private cloud yang terjangkau ini, ada baiknya kalian paham mengenai teknologi NAS dulu.

Kita sudah pernah membahas solusi NAS atau perangkat penampung harddisk yang bisa dihubungkan ke jaringan. Dasar-dasarnya, sudah pernah kita bahas dalam video terdahulu. Yang belum nonton, mending cek dulu video itu.  NAS ini adalah solusi private cloud. Kita juga sudah bahas ini ya. Cek video kita yang bahas mengenai hal tersebut. Kemudian, kami juga sudah pernah bahas mengenai solusi NAS untuk mengatasi malware. Cukup detail tuh pembahasannya.

Nah, kalau sudah paham, mari kita lanjut dengan membahas mengenai implementasi atau penggunaan solusi private cloud yang relatif terjangkau ini di dunia nyata. Untuk itu, biar lebih lengkap, kami akan undang orang yang sudah berkecimpung langsung untuk urusan implementasi private cloud ini.


Sumber: https://www.jagatreview.com/2022/10/apa-itu-private-cloud-penyimpanan-data-aman-modern-fleksibel-untuk-berbagai-kebutuhan-feat-synology/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Antisipasi Risiko Keamanan OT, Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

Jakarta, 02 April 2020 – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengungkapkan pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology / OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0. Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, dimana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang be...