Langsung ke konten utama

iCommunity Menggagas Indonesia Digital Transformation Forum



 Teknologi digital berpeluang besar tetap digunakan pascpandemi Covid-19 ini. Hal itu pula yang mendasari platform icommunity menggagas forum diskusi, Indonesia Digital Transformation Forum.

Juanda Rovelim, Founder icommunity mengatakan sejak pandemi Covid-19 banyak perusahaan bertransformasi secara digital.

Jika merunut ke belakang sebelum ada rencana evolusi industri ketiga, yaitu information technology (IT), setiap perusahaan dituntut memberikan informasi teknologi (IT).

"Saat ini adalah revolusi industri keempat, lebih ke digital platform transformation, IoT (internet of thing), Blockchain dan lainnya," kata Juanda Rovelim dalam forum diskusi, Indonesia Digital Transformation Forum, Sabtu (25/2).

Juanda mengakui hal ini masih baru di Indonesia, dan belum lama ini ramai-ramai soal Chat GPT. Itu adalah bagian dari Artificial Intelligence (Ai) dan ke depan makin banyak platform digital yang makin ekstrem, mungkin bisa menggantikan berapa lagi yang hilang.

Kalau zaman information technology, pekerjaan yang standar dan rutinitas itu sudah hilang. Contohnya, penjaga kasir, penjaga pintu tol, penjaga parkir dan lainnya yang kini digantikan sebuah sistem.

Lanjutnya, dengan adanya kecerdasan buatan, IoT dan lainnya, mungkin profesi seniman akan hilang. Sebab, Ai bisa mendesain, bisa menggantikan penulis karena Ai bisa bikin tulisan-tulisan.

“Itu yang kami ingin angkat, jadi, jangan sampai telat. Harus diciptakan forum untuk pelaku industri berdiskusi, berkolaborasi menghadapi perubahan transformasi digital,” tuturnya.

Juanda menambahkan digital transformation merupakan yang pertama kali diselenggarakan icommunity. Ini bukan event sekadar sekali bertemu setelah itu selesai, tetapi ini akan ada lanjutannya networking, dan kolaborasinya. 

“Kami siapkan ruang networking khusus. Dan mereka akan dipertemukan dengan para pakarnya agar tidak tersesat. Dengan adanya komunitas bisa saling menjaga, memberikan insight dan masukan-masukan,” tuturnya.

Saat ini ada empat sektor yang nanti dibahas, yaitu bisnis, properti, perbankan, dan industri kesehatan.

Paulus Sulastri CoFounder icommunity mengatakan banyak komunitas di Indonesia untuk pebisnis dan profesional.

“Kami mencoba mendigitalisasikan komunitas. Dan, kami paling pertama di Indonesia yang mewadahi para pebisnis dan profesional berinteraksi dan berkolaborasi bagi kemajuan bisnis,” jelasnya.


Sumber: https://m.jpnn.com/news/i-community-menggagas-indonesia-digital-transformation-forum?page=2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengubah blog menjadi mesin uang

You probably know that while visits are nice, leads, well, are so much nicer. Simply put, blogging for the sake of driving more traffic to your website doesn’t cut it any more. You need to find a way to monetize your content. The real value lies in the ability to take this traffic and convert it into real leads, and eventually revenue, for your company. >  Learn how to monetize your content with Roojoom Back in 2014, HubSpot’s research found that marketers who prioritize blogging are  13 x more likely  to enjoy positive ROI. Not surprisingly, the same report found that marketers’ top two business concerns are increasing the number of leads generated, and turning those leads into customers. Once you’ve set your priorities straight, and start blogging at least once a week – if not twice or three times, it’s time to create a clear conversion path from your blog. This will help ensure that any top-of-the-funnel visitors can easily see what the next step is for th...

Indonesia businesses turn to digital transformation

With a fast-growing digital economy that is predicted to eventually  dominate  the Southeast Asia region, Indonesia’s digital economy is set to contribute significantly to the nation’s economic growth. Global cloud giants such as AWS and Google Cloud know this, and have announced plans to  deploy cloud regions in Indonesia . But as Indonesia businesses adopt digital technologies, are they looking to the cloud or relying on colocation facilities for their digital infrastructure? State of digital – Wikimedia Commons While there is a tendency for startups to establish their IT systems solely on the cloud due to its low entry cost and scalability, large organizations are likely to continue building data centers because it makes the most economic sense for them, notes Sutedjo Tjahjadi, the managing director of PT Datacomm Diangraha’s cloud business. “[Startups] can use various cloud systems to prototype and quickly get started,” he explained. “Organizations ...

Tren Penggunaan AI di Indonesia

  Artificial Intelligence kini menjadi topik pembicaraan banyak orang berkat popularitas Generative AI (GAI) seperti   Midjourney   dan   ChatGPT . Namun, sebenarnya, AI sudah digunakan sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Selain itu, AI juga digunakan di berbagai bidang, dengan fungsi yang berbeda-beda pula. Di game, AI biasanya digunakan untuk menampilkan perilaku manusiawi dan responsif pada Non-Player Characters alias NPCs. Tak berhenti sampai di situ, AI kini juga bisa bermain game, layaknya manusia. Di 2017, AlphaGo buatan DeepMind berhasil mengalahkan pemain Go nomor satu di dunia,  Ke Jie . Sementara di 2019, OpenAI Five berhasil mengalahkan para pemain Dota 2 yang pernah menjadi juara dunia. Untuk mengetahui tren penggunaan AI di Indonesia, saya mengobrol dengan  Adhiguna Mahendra , Chief of Business, Product, and AI Strategy, Nodeflux. Awal Penggunaan AI di Indonesia Sebenarnya, AI sudah mulai digunakan di Indonesia sejak era 1980-an, u...